Kena Hipnotis, Emas 67 Gram Lewat

118

Masyarakat harus lebih waspada terhadap tamu yang belum dikenal, salah satunya yang menawarkan jasa atau produk. Sebab, bisa jadi tamu tersebut komplotan bandit yang tengah mencari mangsa.

Seperti terjadi di Kabupaten Tanggamus. Seorang nenek bernama Emi (60) warga RT 02 Pekon Talang Rejo, Kecamatan Kota Agung Timur, tanpa sadar menyerahkan perhiasan emas seberat 67 gram yang sedang ia kenakan. Kok bisa?

Begini ceritanya. Rabu (13/1) pagi, ada dua pria mendatangi rumahnya. Satu gemuk perlente seperti bos, satunya lagi agak kurus. Mereka mengaku sebagai petugas kesehatan yang menawarkan jasa cek kesehatan penyakit. “Saya di rumah sama anak perempuan dan cucu, suami saya ke kebun,” ujar Emi.

Lalu, kedua orang ini memeriksa Emi dengan alat kesehatan berbentuk handphone (Hp). Pemeriksaan dengan cara menempelkan alat itu ke kulit sekitar tangan dan leher.

“Saat alat itu ditempelkan dan ditekan ke kulit tangan saya dan leher terasa sakit, salah seorang dari mereka mengatakan sakit tersebut karena ada logam yang menempel. Dia lalu melepaskan gelang emas saya, begitu juga saat di leher, kalung saya juga dilepaskan, juga cincin dan anting, anehnya saat itu saya nurut saja,” ungkap Emi.

Setelah itu keduanya menyuruh Emi jalan-jalan di depan rumah.  Nah, saat itulah keduanya kabur.

“Saat suami saya pulang menanyakan perhiasan, saya tunjukkan yang tergeletak diatas meja dekat kertas pengecekan kesehatan, tap ibegitu dicek ternyata emas imitasi yang mereka tinggalkan,” kata Emi.

Abdul Salam, suami korban mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan oleh anaknya kepada Kepala Pekon Talang Rejo dan  ke pihak aparat kepolisian. (win/adi)

Sumber