Maut Menjemput Sang Pem-Bully

Mendra Menjalani Pemeriksaan di Polres Way Kanan

radartvnews.com- Hinaan dan ejekan sudah jadi makanan sehari-hari untuk Mendra, bahkan kalimat kotor pun kerap dia terima, namun selasa 29 mei 2018 lalu kesabaran Mendra mencapai batasnya.

Mendra (25) kalap, Yuda (25) sang pem-bully pun dihabisi dengan sabetan golok bertubi-tubi hingga tersungkur dan meregang nyawa. Mendra langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Pakuan Ratu, Way Kanan.

Mendra adalah tulang punggung keluarga dia hanya tinggal dengan nenek dan salah seorang adiknya. Orangtua Mendra sudah meninggal dan ibunya pergi keluar kota dan tak kunjung kembali.

“dis sering ngejek dengan kata-kata kotor, dikebun dia datang untuk ngejek hingga terjadi pembunuhan,” ujar Mendra (30/5/2018).

Kepala Satuan Reskrim Polres Way Kanan AKP Yudha Wira Negara membenarkan korban meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju klinik  daerah setempat.

“hasil visum yang didapat  ditubuh korban yakni  terdapat enam luka sayatan di bagian belakang kepala korban hingga tembus ke otak yang mengakibatkan meninggal dunia dan luka bacok di tangan kiri korban yang nyaris putus hingga bagian tulang bahu belakang korban patah,” ujar Yuda.

Mendra menjadi tahanan Satuan Reskrim Polres Way Kanan dengan ancaman pidana pasal berlapis, primer pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 dengan kurungan 20 tahun penjara, tutup Yuda.(ded/san)