NEGERI BESAR- WAY KANAN
Tindak kejahatan perampokan di Kepala Burung kawasan PTPN VII Unit Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara kian mengganas.

Dalam empat hari terakhir, kawanan perampok dengan jumlah antara 8 (delapan) sampai 11 (sebelas) orang, telah menggasak emas milik pedagang pasar kalangan dengan nilai kerugian berkisar antara dua sampai tiga kilogram, uang tunai jutaan rupiah dan benda berharga lainnya, seperti ponsel dan barang dagangan.

Pada kejadian Rabu (24/2), Salah satu korban kejahatan perampokan KS menuturkan. Dirinya bersama H dan S, hendak memancing di kawasan Kepala Burung.

Mereka mengendarai mobil Suzuki carry pick up. Setiba di lokasi kejadian, Nampak satu unit minibus panther dan belasan orang di tengah jalan. Komplotan dengan sejumlah senjata api langsung menghentikan laju mobil sambil menodongkan senpi ke arah KS yang mengemudikan mobil dan dua penumpang lain.

“Turun – turun, serahkan uang dan rokok kamu,” kata KS menirukan perintah salah satu kawanan penjahat.

Oleh korban dikatakan mereka tidak membawa rokok dan uang, karena tujuan perjalanan mereka hendak memancing. Dengan alasan itulah, mereka dibebaskan.

Aksi kawanan ini tak berhenti sampai disitu. Berdasarkan informasi korban. Beberapa mobil milik pedagang kalangan turut dihadang. Termasuk mobil milik pedagang emas. Sambil menodongkan senpi, kawanan ini diduga mampu mengumpulkan emas hingga tiga kilogram dari sejumlah pedagang logam mulia.

“Kira kira ada dua sampai tiga kilogram emas milik pedagang yang dibawa perampok” sambungnya.

Kejadian dengan modus serupa di lokasi sama juga terjadi pada Jumat malam hingga Sabdu pagi. Belasan kawanan perampok menghadang seluruh mobil yang melintas. Dari aksi mereka yang dimulai sekira pukul 23.00 Wib hingga 06.30 keesokan hari. Total ada Sembilan mobil yang dihadang.

Mobil pertama hingga terakhir dihentikan paksa. Kawanan perampok langsung mengikat sopir dan seluruh penumpang. Setelah itu mereka menjarah uang, benda berharga dan barang dagangan.

Bahkan salah satu kaca mobil korban pecah berkeping keping setelah ditembak oleh kawanan perampok.

“Ayah saya tiba sekira pukul tujuh pagi. Di lokasi banyak korban masih terikat. Mereka dicegat, disandera, dan barang berharga dilucuti,” ujar salah satu tokoh warga Tegal Mukti, seraya meminta namanya tidak diungkap dalam pemberitaan. (coy/jef)