Sunday, June 7, 2020

Warga Duduki Lahan Perkebunan Milik PT NTF

Most Read

Melawan Petahana Way Kanan, Pasangan ’’Jujur’’ &’’Hasbi’’ Bubar

Radartvnews.com- Pasangan yang sudah mendeklarasikan sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan melakukan perubahan formasi....

Animo Tinggi, DPRD Provinsi Lampung Desak Rapid Test Dipercepat

Radartvnews.com – Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti rapid test covid-19 berdampak membludagnya antrean di kantor Dinas Kesehatan Provinsi...

New Normal, Pariwisata Lampung Berbenah

Radartvnews.com- Pemerintah resmi menerapkan New Normal sebagai sarana mengatasi terpuruknya ekonomi dampak covid 19. Berbagai sektor yang...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Update Covid-19 di Lampung: Kasus Positif 141, Sembuh 92

Radartvnews.com- Jumlah kasus positif covid-19 di Provinsi Lampung kembali mengalami penambahan, hingga jumat 5 juni 2020 terdapat...

Bawa Senpi dan Sabu Oknum Polisi Diciduk

Radartvnews.Com- Tim Khusus Anti Bandit Tekab 308 Polresta Bandar Lampung mengamankan seorang oknum polisi karena kepemilikan senjata...

radartvnews.com – Sedikitnya 1500 Warga  Dusun Subing Putra Dua dan Dusun Sinar Dewa Timur, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, nekat mencoba hendak menduduki lahan pekebunan milik PT Nusantara Protical Fram Atau NTF.

Ribuan masa dari Desa Labuhan Ratu itu, merasa kesal terhadap ulah pihak PT NTF, karena selama 26 tahun , lahan seluas 412 hektar milik Warga di rebut dan di jadikan lahan perkebunan, tanpa ada ganti rugi.

Warga merasa kecewa, karena  lahan seluas 412 Hektar, di Desa Rajabasa Lama, yang  merupakan lahan  pemberian Pemerintah Pusat saat Transmigrasi tahun 1191  milik warga itu, di Caplok  dan diduduki oleh pihak PT NTF, tanpa ada pemberitahuan dari pihak  Perusahaan.

Sementara kuasa hukum PT Nusantara Protical Fram, Gajah Mada, membantah selama ini pihak Perusahaan tidak pernah merebut lahan milik warga, karena pihak Perusahan sejak tahun 1991 sudah melakukan ganti rugi pembebasan milik warga tersebut.

Bahkan menurut Gajah Mada, pihak Perusahaan sudah siap menghadapi apabila warga melakukan gugatan secara Hukum.

Sayangnya, saat ribuan warga Dua Dusun mencoba menduduki lahan. Petugas menghalangi hingga akhirnya warga membubarkan diri dan berencana akan kembali datang dengan masa yang lebih banyak.(Jef/Sya)

post terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Bawa Senpi dan Sabu Oknum Polisi Diciduk

Radartvnews.Com- Tim Khusus Anti Bandit Tekab 308 Polresta Bandar Lampung mengamankan seorang oknum polisi karena kepemilikan senjata api rakitan dan sabu.

Program Dihapus, Anggaran Pilkada Tetap

Radartvnews.com- Pemkot Bandar Lampung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepakat  anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang akan...

berita terkait lainnya