Monday, June 1, 2020

Komplotan Illegal Logging Kawasan Register Dibekuk

Most Read

WFH Berakhir, ASN Siap Ngantor

Radartvnews.com- Pemerintah pusat akan menerapkan aturan new normal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah daerah diminta melakukan...

Identitas Diketahui, Pelaku Bom Molotov Rumah Panitera Belum Ditangkap

Radartvnews.com- Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung masih mempelajari rekam cctv guna menangkap pelaku pelemparan bom...

Update Covid 19 di Lampung, Kasus Positif Tambah 1, 4 Sembuh

Radartvnews.com- Hingga 31 mei 2020, tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Provinsi Lampung mencatat, terdapat penambahan...

Pringsewu dan Kota Metro Masuk Indikator New Normal

Radartvnews.com- Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 menetapkan 11 indikator untuk daerah siap menerapkan new normal. Salah...

New Normal, Rumah Ibadah Harus Ada Surat Bebas Covid-19

Radartvnews.com- Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi menerbitkan panduan baru tentang kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

radartvnews.com- Petugas satuan reskrim polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus pembalakan liar atau ilegal loging diwilayah taman hutan raya Wan Abdurahman register 19. Selain 10 tersangka petugas juga mengamankan barang bukti berupa 54 potong kayu jenis snorkeling, satu unit kendaraan roda 4 dan 9 unit roda 2  beserta 8 unit mesin alat potong senso.

Kapolres Pesawaran AKBP M.Syarhan mengungkapkan, maraknya pembalakan liar kondisi hutan lindung register 19 Wan Abdurahman saat ini sudah rusak parah dan mengkhawatirkan.

“para pelaku pembalakan liar melakukan aksi pembalakan secara acak di seluruh kawasan hutan lindung sehingga kondisi hutan rusak,” ujar Syarhan (6/10).

Masih banyak barang bukti kayu sonokeling yang belum diangkut karena kondisi medan terjal dan butuh tenaga serta dana untuk mengakut barang bukti kayu sonokeling yang sudah ditebang oleh para pelaku, tutup Syarhan.

Sementara Hendra salah satu tersangka pembalakan liar mengaku, dirinya mendapatkan upah sebesar satu juta perkubik dalam sekali aksinya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan pasal 3 ayat 1 uu no 18 tahun 2013 dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun dan denda 2.5 miliar.(win/sep)

 

post terbaik

berita terbaru

Pringsewu dan Kota Metro Masuk Indikator New Normal

Radartvnews.com- Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 menetapkan 11 indikator untuk daerah siap menerapkan new normal. Salah satunya indikator yakni penurunan jumlah...

Identitas Diketahui, Pelaku Bom Molotov Rumah Panitera Belum Ditangkap

Radartvnews.com- Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung masih mempelajari rekam cctv guna menangkap pelaku pelemparan bom molotov di rumah panitera Pengadilan...

berita terkait lainnya