Monday, September 28, 2020

Karang Taruna Tarik Iuran, PKL Menolak

Most Read

Dari Jakarta, Loekman Jadi Pasien 847 Positif Covid-19 di Lampung

Radartvnews.com- Bupati Lampung Tengah nonaktif Loekman Djoyosoemarto positif terpapar covid 19. Beredar video calon Bupati Lampung tengah beserta isteri...

851 Konfirmasi Positif Covid-19, 199 Masih Dirawat

Radartvnews.com- Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung terus mengalami penambahan. Hingga senin 28 september 2020, sudah ada 851...

2117 APK dan Baliho Calonkada Bandar Lampung Ditertibkan

Radartvnews.com- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, minggu siang 27 september 2020...

Pemkot Stop Bantuan Beras

Radartvnews.com- Pemerintah Kota Bandar Lampung telah membagikan jaringan pengamanan sosial berupa beras 5 kilogram. Minggu ini (27/9/20) bantuan beras...

Sebagai Putra Daerah, Warga Minta Nasir Pimpin Pesawaran

Radartvnews.com- Calon Bupati Pesawaran nomor urut 1 M Nasir melaksanakan kampanye hari pertama (27/9/20) di didusun way layap satu...

Bekuk Pengedar, 80 Paket Sabu Disita Satresnarkoba Polres Lampung Utara

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara meringkus Candra dan Selamet saat melakukan transaksi narkoba didesa gunung sari, Kecamatan...

radartvnews.com- Puluhan pedagang kaki lima ( PKL )  mendatangi kantor kelurahan perumnas way halim untuk melakukan diskusi bersama.  Pertemuan dihadiri oleh pihak kelurahan, Bhabinkatibmas,  PKL menolak rencana karang taruna kuntum mekar perumnas way halim yang  akan melakukan pembangunan atap kios serta meminta iuran kepada para pedagang sebesar Rp100.000/bulan dan Rp 500 ribuan untuk pembuatan atap kios yang di nilai memberatkan pedagang.

Salah satu pedagang Eko mengatakan pihak karang taruna tidak melakukan rapat dahulu dengan para pedagang terkait rencana mereka.

Berita Lainnya  2117 APK dan Baliho Calonkada Bandar Lampung Ditertibkan

“karang taruna seharusnya kordinasi dangan PKL namun inin nggak tau-tau minta iuran,” kata Eko.

Sementara itu dalam pertemuan terungkap bahwa permintaan pembangunan serta iuran tidak didasari legalitas dari pemerintah kota bandar lampung.

Sedangkan ketua karang taruna Sugiyana Pranata tetap yakin hal tersebut karna permintaan dan keluhan warga sekitar terkait regulasi dirinya beranggapan hal tersebut bisa di urus setelah atap selesai dibangun.

Pertemuan kedua akan dilakukan kembali dengan menghadirkan pewakilan warga oleh karang taruna.(ren/san)

berita pilihan

Berita Lainnya  2117 APK dan Baliho Calonkada Bandar Lampung Ditertibkan

berita terkait lainnya