Friday, September 18, 2020

Banjir Terjang Fasilitas Umum, Satu Tewas

Most Read

Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

Radartvnews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung mempersiapkan tujuh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus penikaman pendakwah Syekh Ali...

Konfirmasi Positif Covid-19 Nyaris 700, Lampung Nihil Zona Hijau

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung masih terus mengalami penambahan. Data satuan tugas covid-19 Lampung hingga jumat...

Tangkap Bandar Narkoba, Polres Metro Amankan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro meringkus satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu dan exstacy.  Tersangka TK (31) merupakan...

17 Reka Adegan Penikaman Syekh Ali Jaber, Pelaku Sekuat Tenaga Ayunkan Pisau

Radartvnews.com- Proses reka adegan kasus penyerangan Syeikh Ali Jaber oleh Alpin Andrian (24) berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat...

LBH Bandar Lampung: Tunda Pilkada, Keselamatan Warga Diatas Segalanya

Radartvnews.com- Kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung terus meningkat, melihat kondisi tersebut Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan meminta...

Truk Sembako, Hantam Minibus di Jalinsum

Radartvnews.com- Akibat kurang berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan, truk dengan BE 8405 WX pengangkut kebutuhan bahan pokok terlibat kecelakaan dengan...

radartvnews.com- Kota Kalianda terlihat mencekam selasa malam (3/4/18). Akibat hujan deras sejumlah fasilitas umum rusak bahkan sampah yang terbawa air mangakibatkan kota Kalianda berantakan.

Imron (32) salah satu warga menjelaskan, Hujan lebat mengakibatkan drainase tersumbat sehingga air meluap ke jalan. Air juga merendam puluhan rumah di tepi sungai way urang.

“air meuat kejalan karena drainase tak amampu menampung debit air yang banyak,” kata Imron.

Empat warga yang sempat hilang berhasil diselamatkan, naas satu warga bernama Samsul Bahri (25) warga candi girang kelurahan way urang kecamatan Kalianda  meninggal, sedangkan korban Amir Hamzah (30) ditemukan kritis.

Lambatnya penanganan banjir dilakukan oleh Pemerintah Lampung Selatan menuai protes warga. Bahkan korban banjir marah karena pemerintah dan BPBD lambat dalam melakuakn pencarian korban yang hilang.

Herman menjelaskan, dengan menggunakan alat seadanya warga candi girang, kelurahan way urang  kecamatan Kalianda mencari empat korban yang hilang. Selain itu warga juga berjibaku menyelamatkan kendaraan yang hanyut terbawa air.(mai/san)

 

berita pilihan

berita terkait lainnya