Saturday, September 19, 2020

Ketua MUI Tegaskan Vaksin MR Tak Halal

Most Read

Pilkada Ditengah Pandemi, Pemprov Tidak Punya Sikap

Radartvnews.com- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Lampung pada 9 desember 2020 mendatang masih menjadi...

Selundupkan Sabu 2 Kg Divonis 16 Tahun

Radartvnews.com- Selundupkan sabu 2 kilogram warga Aceh, divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Barang...

Puluhan Warga Lampung Selatan Terjaring Tak Pakai Masker

Radartvnews.com- Operasi gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 dilakukan pemerintah kabupaten Lampung Selatan, (18/9/20). Operasi dipusatkan di jalan protokol...

Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

Radartvnews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung mempersiapkan tujuh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus penikaman pendakwah Syekh Ali...

Konfirmasi Positif Covid-19 Nyaris 700, Lampung Nihil Zona Hijau

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung masih terus mengalami penambahan. Data satuan tugas covid-19 Lampung hingga jumat...

Tangkap Bandar Narkoba, Polres Metro Amankan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro meringkus satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu dan exstacy.  Tersangka TK (31) merupakan...

radartvnews.com- Pemerintah Indonesia Melalui Kementrian Kesehatan, secara serentak menggelar kampanye Measles Dan Rubella (MR), bahwa vaksin MR dapat memberi perlindungan manusia terhadap virus campak yang dapat menyebabkan  kematian. Selain itu seorang ibu hamil jika terkena virus Rubella 80-90 persen kemungkinan bayi yang dilahirkan akan terkena berbagai penyakit. Diantaranya katarak, tuli, kebocoran jantung, gangguan jantung hingga gangguan kesehatan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI),  siap mendukung program vaksin yang diusung pemerintah, sebab vaksinasi sudah sesuai dengan islam, yang mengajarkan umat untuk menghindari penyakit. Namun kemenkes harus mendaftarkan sertifikat halal ke mui terlebih dahulu,  sebelum melakukan vaksin.  Mengingat  mayoritas penduduk Indonesia beragama islam.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini kementrian kesehatan, belum mendaftarkan maupun mengajukan ke MUI, terkait vaksin MR  untuk dilakukan sertifikasi halal. Padahal pihak MUI tidak pernah mempersulit bahkan siap mendukung gerakan pemerintah tersebut.

Kepala MUI pusat KH, Ma’aruf Amin menyampaikan, MUI mendukung adanya vaksinasi untuk menanggulangi penyakit, namun hingga kini mui belum mengeluarkan fatwa tentang kehalalan vaksin MR tersebut.  MUI akan segera memanggil kemenkes untuk segera mengurus sertifikat halalnya, agar tidak ada lagi perdebatan dimasyarakat.

Namun MUI juga menyampaikan, jika dalam keadaan darurat , dan tidak  ada vaksin lain yang dapat digunakan, maka vaksin MR bisa digunakan meskipun belum diketehaui halal maupun haramnya.(krp/san)

berita pilihan

berita terkait lainnya