Sunday, July 5, 2020

Menolak JOROK, Dua Kota Jadi Pilot Project Sanitasi

Most Read

DPRD Pesawaran Tuding Bupati Melanggar Perda

Radartvnews.com- Kebijakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menggratiskan seluruh biaya perawatan baik rawat inap maupun rawat jalan hingga...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Hibah Rp62 Miliar, Tiga Gedung Pemkot Untuk Polda Lampung

Radartvnews.com- Tiga gedung bantuan pemerintah Kota Bandar Lampung, untuk Polda Lampung resmi diserahkan (3/7). Gedung 4 lantai...

Gerebek Lapas, 7 Napi dan 25 Gram Sabu Diamankan

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Way Kanan berhasil membongkar peredaran narkotika jenis sabu di dalam Lapas Kelas...

Pria Anonim Ditemukan Membusuk di Sumur

Radartvnews.com- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lubang sumur di kawasan wisata swadaya, desa gondang rejo, kecamatan...

Dua Sindikat Sabu 40 Kg Dituntut Hukuman Mati

Radartvnews.com- Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang kembali mengelar sidang secara teleconference dengan dua terdakwa Muntasir...

Radartvnews.com- Kota Bandar Lampung dan Metro menjadi Pilot Project atau kota percontohan pada program Wash SDGs atau  program air sanitasi dan kebersihan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

Program Wash SDGs bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam membangun layanan sanitasi kota yang menyeluruh, inklusif dan berkelanjutan.

Di Bandar Lampung 9 persen rumah tangga masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sedangkan di Metro terdapat 6 persen rumah tangga yang masih melakukan BABS. Perwakilan SNV Netherlands Development Organisation, I Nyoman Suartana mengatakan terdapat 1,6 juta masyarakat lampung yang buang air besar sembarangan.

“ada 1,6 juta masyarakat lampung yang buang air besar sembarangan, di Bandar Lampung sembilan persen sedangkan di Metro 6 persen,” ujar Nyoman.

Melalui program ini pihaknya mengharapkan Kota Bandar Lampung dan Metro bisa menjadi contoh kabupaten lain untuk mengelola sanitasi dengan baik.

Direktur Sinkronisasi urusan pemerintah daerah satu Kementerian Dalam Negeri Nyoto Suwignyo menyambut program ini akan menghasilkan akses sanitasi dan fasilitas kebersihan. Program Wash SDGs akan dijalankan selama lima tahun dari tahun 2017 sampai 2022 dan dilaksanakan di enam negara salah satunya Indonesia.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia menempati peringkat ke-2 di dunia sebagai negara dengan sanitasi terburuk setelah India. Sebagian besar masyarakat melakukan bab sembarangan di berbagai tempat.(lih/san)

berita pilihan

berita terbaru

Minim Perhatian, Kera Hutan Tirtosari Berkurang

Radartvnews.com- Beginilah kondisi kawanan kera ekor panjang atau macaca fascicularis yang berada di taman hutan kera tirtosari, Teluk Betungutara, Bandar Lampung yang...

1.683 UMKM dan Koperasi Dapat Bantuan

Radartvnews.com- Pandemi covid-19 memberikan dampak disegala sektor, tak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi yang ada di...

Pria Anonim Ditemukan Membusuk di Sumur

Radartvnews.com- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lubang sumur di kawasan wisata swadaya, desa gondang rejo, kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, sabtu petang...

berita terkait lainnya