Thursday, June 4, 2020

Bekas Sekdes Divonis 54 Bulan Penjara

Most Read

Melawan Petahana Way Kanan, Pasangan ’’Jujur’’ &’’Hasbi’’ Bubar

Radartvnews.com- Pasangan yang sudah mendeklarasikan sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan melakukan perubahan formasi....

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Harga Cabai Anjlok, Pemprov Lampung Cari Solusi

Radartvnews.com- Dimasa pandemi covid 19 harga cabai ditingkat petani anjlok. Saat ini harga cabai dijual Rp6000 samapi...

Update Covid-19 3 Juni 2020: Kasus Positif Tetap 136, Sembuh Jadi 83

Radartvnews.com- Jumlah kasus pasien positif covid-19 di Provinsi Lampung rabu 3 juni 2020 tak mengalami peningkatan. Kasus...

Penerapan New Normal, Mesuji dan Lamtim Dikaji

Radartvnews.com- Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 telah mendata ada 102 kabupaten/kota yang bisa menerapkan new normal...

Mobil Pengangkut Sapi Selundupkan Sabu 1 Kilogram

Radartvnews.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 1 kilogram sabu ke pulau jawa. Untuk mengelabui...

Radartvnews.com- Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim diketuai Novian Syahputra dipengadilan Tipikor Tanjung Karang (1/11), terdakwa yang merupakan PNS terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 UU no 31 tentang tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa dilakukan pada tahun 2016, saat dirinya menjabat sekretaris desa Kantor Desa Taman Jaya, Kota Bumi Selatan, Lampung Utara. Desa Taman memperoleh dana sebesar Rp714 juta yang bersumber dari anggaran dana desa pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk pembangunan orderlagh dan irigasi.

Saat itu Hartono menjabat sebagai Pelaksana Tugas Lurah Taman Jaya memalsukan kegiatan fisik hingga pembelian keperluan dana desa. Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung ditemukan kerugian keuangan negara senilai Rp151 juta.

Hal yang memberatkan, terdakwa belum mengembalikan keuangan Negara,  terdakwa juga dikenakan denda Rp200 juta rupiah subsider 3 bulan penjara Serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp151 juta.

Putusan majelis lebih ringan dari tuntuan Jaksa yang menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara. Atas putusan majelis, terdakwa dan juga jaksa menyatakan pikir-pikir.(lds/san)

post terbaik

berita terbaru

Harga Cabai Anjlok, Pemprov Lampung Cari Solusi

Radartvnews.com- Dimasa pandemi covid 19 harga cabai ditingkat petani anjlok. Saat ini harga cabai dijual Rp6000 samapi Rp8000 perkilogramnya, kondisi ini memepersulit...

Korban Melawan, Begal Gagal Beraksi

Radartvnews.com- Kawanan begal kembali beraksi di Lampung Utara, Nursali warga panaragan jaya, kabupaten Tulang Bawangbarat menjadi korban pembegalan, senin malam (1/6).

Penerapan New Normal, Mesuji dan Lamtim Dikaji

Radartvnews.com- Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 telah mendata ada 102 kabupaten/kota yang bisa menerapkan new normal ditengah pandemi covid-19. Dari 102...

berita terkait lainnya