Tuesday, August 4, 2020

Gubernur Ridho Segera Terbitkan Surat Edaran Kabupaten/Kota Sisihkan APBD Bantu Korban Tsunami

Most Read

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Yakin PDIP Berikan Rekom, Kader Pasang Banner Nasir-Naldi

Radartvnews.com- Semangat kader PDI Perjuangan tak surut dalam mendukung M.Nasir untuk maju dalam pilkada desember 2020.

Pria Kepergok Keluarkan Alat Kelamin

Radartvnews.com- Rekaman kamera pengintai cctv yang menunujukan seorang pria mengeluarkan laat kelamin ramai menjadi pembicaraan warga net....

Pemprov Lampung Rolling 9 Pejabat

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rolling dan pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah...

Pergub New Normal Diterapkan, Masyarakat Harus Sadar

Radartvnews.com- Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 45 tahun 2020 tentang pedoman kehidupan baru atau new normal ditengah pandemi...

Positif Covid-19 di Pesisir Barat Meledak, Total 297 Kasus

Radartvnews.com- Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung mengalami penambahan signifikan. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga 3...

radartvnews.com-Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo segera menerbitkan Surat Edaran yang meminta seluruh pemerintah daerah agar menyisihkan dana APBD yang diperoleh dari pos BelanjaTidak Terduga untuk dialihkan menjadi kegiatan bantuan khusus penanganan bencana Tsunami Selat Sunda wilayah pesisir Lampung Selatan.

 

Hal itu diungkapkan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis saat memimpin rapat Pembahasan Bantuan Bencana Tsunami, Senin (31/12/2018) di Ruang Rapat Badan Keuangan Provinsi Lampung.

 

“Bantuan keuangan tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Anggarannya dibebankan kepada APBD dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Besaran dananya tidak ditentukan, akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah,” ujar Hamartoni.

Suasana Rapat Koordinasi dengan Pemkab/Pemkot se provinsi Lampung terkait upaya bantuan korban Tsunami di Lampung Selatan

Dasar hukum penggunaan anggaran di APBD untuk penanganan bencana sudah tersedia di Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Aturan lain yang memayungi anggaran tersebut yakni Permendagri nomor 21 tahun 2011 dan Permendagri 134/2017 yang mengatur teknis penggunaan anggaran untuk penanganan bencana.

 

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengungkapkan hingga 5 Januari 2019, kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam status tanggap darurat tsunami Lampung. Hingga saat ini, korban meninggal akibat tsunami di Lampung sebanyak 118, 8 orang hilang dan 5.269 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 710 rumah mengalami kerusakan, 544 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 96 rumah rusak ringan, ujarnya.

 

Pemkab Lampung Selatan membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar lebih untuk pembangunan Huntara (Hunian Sementara) bagi 544 rumah yang mengalami rusak berat. Lokasi nya disekitar eks Hotel 56. “Estimasi biayanya Rp10 miliar dengam dana Rp20 juta per unit,” ujar Supriyanto.

Berita Lainnya  Pergub New Normal Diterapkan, Masyarakat Harus Sadar

 

Ia menyarankan, agar bantuan yang disalurkan dalam bentuk dana uang karena untuk bantuan logistic jumlahnya sudah tercukupi. “Alhamdulilah bantuan terus mengalir dari berbagai pihak khususnya dalm bentuk kebutuhan pokok, sandang pangan dan obat-obatan,” tuturnya.

 

Supriyanto menambahkan bahwa kondisi korban bencana tsunami Selat Sunda khususnya di Lampung Selatan masih mengalami trauma berat. Para korban memilih tinggal di dataran tinggi meskipun harus tidur di bawah tenda sederhana yang terbuat dari terpal seadanya.

Gubernu Lampung M.Ridho Ficardo akan mengeluarkan Surat Edaran terkait Upaya Pemkab/Pemkot Menyalurkan Bantuan bagi warga Korban Tsunami Lampung Selatan

“Mereka masih trauma, sulit untuk memberikan pengertian kepada masyarakat kondisi sudah aman, karena masyarakat taunya jika sebelum tsunami datang akan terjadi gempa, namun ini tidak demikian, “ ujarnya.

Berita Lainnya  Pemprov Lampung Rolling 9 Pejabat

 

Saat ini, guna memperlancar lalu lintas penyaluran bantuan sejumlah pihak membersihkan puing-puing. Jalur akan dibuat satu arah, masuk Kalianda keluar di Gayam. Waktunya pukul 08.00-11.00 WIB seluruh kendaraan tidak ada yang boleh masuk kecuali para pekerja. Jalur akan kembali dibuka normal pada pukul 11.00-14.00. dan akan ditutup kembali pada pukul 14.00-17.00. Jam 17.00 ke atas akan dibuka kembali. Semuanya dalam satu arah.

 

“Bantuan ini akan dihimpun pos utama di Rumah Dinas Bupati untuk kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat. Logistik yang dikiirim ke dapur-dapur umum akan diberangkan sebelum jam 8 atau jam 11 sebelum dibuka, “ ujar Supriyanto. (Rls/JF)

berita pilihan

berita terbaru

Perbaiki Antena, Kakak Adik Tewas Kesetrum

Radartvnews.com- Dua kakak beradik di kecamatan kotabumi selatan, Lampung Utara tewas tersengat listrik, minggu malam (2/8). Petugas kepolisian Polres...

Diusung Golkar, Adipati Optimis Menang Pilkada

Radartvnews.com- Saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke V Partai Golkar, senin siang (3/8) kedatangan Raden Adipati Surya dan Edward Antony langsung disambut...

Teriakan Warga, Selamatkan 1 Keluarga Dari Api

Radartvnews.com- Warga jalan jendral suprapto, gang bintara II, kelurahan pelita,  enggal, Bandar Lampung mendadak heboh, senin dini hari sekira pukul 03:00 WIB....

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran bendera. Tidak hanya itu, bahkan...

berita terkait lainnya