Wednesday, August 5, 2020

IRT Penyuplai Sabu Tuntut 17 Tahun

Most Read

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Tiga Pejabat dan Satu Kapolres Diganti

Radartvnews.com- Kapolri Jendral Idham Azis melakukan rotasi besar-besaran sejumlah Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, tiga diantaranya Pejabat...

Pergub New Normal Diterapkan, Masyarakat Harus Sadar

Radartvnews.com- Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 45 tahun 2020 tentang pedoman kehidupan baru atau new normal ditengah pandemi...

Pemprov Lampung Rolling 9 Pejabat

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rolling dan pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah...

Empat Pejabat Eselon II Pemprov Lampung Turun Jabatan

Radartvnews.com- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan evaluasi terhadap jajaran pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung....

Radartvnews.com- Terdakwa kepemilikan 2 kilogram sabu dituntut Jaksa Penuntut Umum selama 17 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Jaksa menyatakan, wanita asal kelurahan duri timur, kecamatan mandau kabupaten bangkalis, provinsi Riau bersalah sudah dua kali meloloskan barang haram itu dari riau ke Lampung.

Jaksa Penuntut Umum Sabi’in menjerat Nia Apriani dengan pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika.

Wanita muda itu bersalah memiliki empat paket sabu yang beratnya 2 kilogram. Terdakwa ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Lampung, dijalan kartini, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung  tepatnya didepan saat menunggu seseorang mengambil barang itu, pada september 2018.

Petugas mendapatkan barang  bukti  narkoba  didalam tas yang disimpan didalam snack makanan. Dipersidangan terungkap, terdakwa mendapatkan upah Rp20 juta  dari rekan berinisial  l  bila barang itu sampai kepada orang yang dituju.

Sebelum ditangkap petugas, Nia juga pernah membawa barang haram sabu 1 kg dari Riau ke Lampung dengan upah Rp10 juta.

Sidang beragendakan tuntutan sekaligus nota pembelaan atau pledoy ini ditunda pekan depan dengan agenda putusan majelis.(lds/san)

berita pilihan

berita terbaru

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate dan Energy Kadin Lampung. Tim...

Target 10 Besar, Atlet Lampung Gelar Pelatda PON

Radartvnews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung kembali akan menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Gelaran...

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Lampung Mendekati 300

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Lampung hampir menembus angka 300. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga rabu 5 agustus 2020...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan masyarakat. Informasi...

berita terkait lainnya