Thursday, October 22, 2020

Tak Bayar Buku, Siswa SD Terusir

Most Read

SDM Hambat Pengembangan Wisata di Lampung

Radartvnews.com- Untuk memberikan informasi kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara tentang agenda pariwisata tahun 2020, Pemerintah Provinsi...

Istri Terpapar Covid-19, Kadishub Diisolasi dan Kantor Dishub Pesawaran Tutup 14 Hari

Radartvnews.com-Pemkab Pesawaran akan meliburkan aktifitas perkantoran di Dinas Perhubungan setempat selama 14 hari terhitung mulai senin 19 oktober 2020. Sekretaris...

Velg Mobil Hilang, Warga Telukbetung Dipaksa Kencingi Al-Quran

Radartvnews.com- Dua warga Telukbetung Selatan, diperiksa Satreskrim Polresta Bandar Lampung (20/10) karena memaksa warga bersumpah dengan mengencingi dan membakar ...

Lampung Sisakan 1 Daerah Zona Hijau Covid-19

Radartvnews.com- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali menetapkan (21/10) kota Bandar Lampung menjadi zona merah covid-19. Dari 15 Kabupaten/Kota di Lampung,...

Tiga Bocah SD Tenggelam di Waduk Kardoyo

Radartvnews.com- Tiga bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Bandar Lampung tewas akibat tenggelam waduk...

Pemkab Tanggamus Tutup Pasar Gisting 3 Hari

Radartvnews.com- Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan menutup pasar gisting selama tiga hari terhitung sejak rabu 21 oktober  sampai jumat 23...

Radartvnews.com- Rizki Aulia Bagdad siswa yang duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 36 Negerikaton, Desa Kagungan Ratu,  Pesawaran terpaksa pulang lantaran belum membayar uang foto copy buku  pelajaran tematik.

Dengan polosnya Rizky mengungkapkan bahwa dirinya pulang dari sekolah karena disuruh guru bayar buku. Sementara dirinya tidak membawa uang, lalu guru menyuruhnya pulang untuk meminta uang kepada orang tuanya. Menurut Rizky tidak hanya dirinya yang disuruh pulang ada sejumlah siswa lain juga yang disuruh pulang mengambil uang.

“gak sekolah, disuruh bayar buku disuruh pulang ambil duit,” kata Rizky.

Sementara Hori orang tua Rizky mengatakan, bahwa sudah kali ketiga dirinya membeli foto copyan buku tematik untuk anaknya harga untuk satu foto copy buku tersebut sebesar Rp20 ribu dan dalam satu bulan  sudah tiga kali foto copy. Selain itu menurutnya jika orang tua siswa mau foto copy sendiri tidak diperbolehkan harus beli yang sudah difoto copy oleh sekolah.

“alasananya dia gak bawa duit jadi suruh pulang sama guru, kita harus beli buku,” kata Hori.

Guru Bantah Lakukan Pengusiran

Menanggapi persoalan tersebut Lina Oktaviana guru kelas 1 SDN 36 Negerikaton membantah bahwa ia menyuruh anak didiknya yang belum bayar foto copy buku tematik untuk pulang dirinya  tidak pernah memaksa anak didiknya untuk membeli buku fotocopy.

“saya tidak pernah menyuruh anak pulang, anak kampung dekat sini aja gak saya suruh pulang,” ujar Lina Oktaviana.

Dirinya membenarkan ada fotocopy buku tematik khusus tema 5 hingga tema 8 atau sebanyak 4 buku foto copyan, lantaran buku cetak dari bantuan operasional sekolah belum tersedia.(win/san)

berita menarik lainnya

BERITA TERKINI

Maklumat Kammi Lampung Rapor Merah Jokowi-Ma’ruf Amin

Radartvnews.com- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung mengelar aksi teatrikal mengevaluasi 1 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, Rabu 21 oktober 2020. Dengan memakai topeng wajah Presiden...

berita terkait lainnya