Saturday, July 11, 2020

Ganti Rugi Lahan JTTS Isapan Jempol

Most Read

Pemkab Pesawaran Nyerah, Asa Warga Pupus

Radartvnews.com- Usai digelar mediasi (9/7) puluhan warga dan pedagang di dusun ringgung RT 002/RW 001 desa sidodadi,...

ABK Asal Lampung Meninggal Dalam Freezer Kapal Ikan TIongkok, Dua Polda Koordinasi

Radartvnews.com- Seorang anak buah kapal (ABK) asal Lampung ditemukañ meninggal didalam freezer di kapal ikan bendera tiongkok.

Kasus Positif Covid 19 Muncul di Lampung Timur

Radartvnews.com- Kabupaten Lampung Timur yang merupakan zona hijau karena tak ada kasus positif covid-19 kini memiliki kasus...

Dua Target Operasi Bandar Sabu Diringkus

Radartvnews.com- Tekab 308 Polsek Bukit Kemuning menggerebek dua rumah bandar sabu-sabu,  dari dua laokasi petugas menyita tujuh...

OTT ASN, Polda Lampung Sita Dokumen Dari Inspektorat Lampung Timur

Radartvnews.com- Empat angota  Subdit Tipikor Dirkrimsus Polda Lampung mendatangi Kantor Inspektorat Lampung Timur, senin sore (6/7). Dengan...

Tolak Omnibus Law Disahkan, Massa Kembali Aksi

Radartvnews.com- Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) Lampung ini melakukan aksi unjuk rasa...

Radartvnews.com- Persoalan uang ganti rugi atas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih terjadi. Sejumlah perwakilan warga desa gunung batin udik,  kecamatan terusan nunyai, Lampung Tengah, kamis siang (25/4) mendatangi kantor perwakilan pelaksana JTTS.

Kedatangan warga untuk memperjuangkan hak mereka mulai dari ganti lahan maupun tanam tumbuh yang terimbas pembangunan JTTS, karena sampai saat ini warga belum juga mendapatkan Uang Ganti Rugi (UGR).

Darul dalah satu perwakilan warga desa gunung batin udik mengatakan  ada 39 bidang yang dimiliki 17 kepala keluarga dan saat ini sudah tidak bisa difungsikan lahannya. Hal ini dikarenakan di atas 39 bidang tersebut sudah dibangun jalan tol dan jembatan.

Berita Lainnya  Tolak Omnibus Law Disahkan, Massa Kembali Aksi

39 bidang tnaha milik 17 kepala keluarga tidak bisa difungsikan karena sudah dibangun tol.

Sementara itu staf PPK JTTS Lampung Satibi mengatakan bahwa menanggapi hal ini  pihaknya menyatakan bahwa saat ini proses UGR masih dalam tahap appraisal. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PT Waskita Karya terkait sewa lahan tersebut.

“saat ini proses UGR masih dalam tahap appraisal, kita koordinasikan dengan PT Waskita Karya,” kata Satibi.

Para warga ini mendesak agar pembayaran UGR segera dilakukan. Jika tidak mereka akan melakukan pemblokiran jika memang tidak ada kejelasan.(lih/san)

berita pilihan

berita terbaru

Berita Lainnya  Aroma Trafficking di P2TP2A Menyeruak

Deadline Seminggu, RS Harus Tetapkan Tarif Rapid Test

Radartvnews.com- Surat Edaran Kementerian Kesehatan tantang batas tarif tertinggi rapis tes covid 19 sebesar Rp150.000 belum bisa di terapkan di kota tapis...

Kasus Positif Covid 19 Muncul di Lampung Timur

Radartvnews.com- Kabupaten Lampung Timur yang merupakan zona hijau karena tak ada kasus positif covid-19 kini memiliki kasus baru. Tim gugus tugas Provinsi...

Tolak Omnibus Law Disahkan, Massa Kembali Aksi

Radartvnews.com- Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) Lampung ini melakukan aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus...

berita terkait lainnya