Friday, June 5, 2020

Ganti Rugi Lahan JTTS Isapan Jempol

Most Read

Melawan Petahana Way Kanan, Pasangan ’’Jujur’’ &’’Hasbi’’ Bubar

Radartvnews.com- Pasangan yang sudah mendeklarasikan sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan melakukan perubahan formasi....

Berburu Perahu Politik Antara Dendi, Nasir dan Aries Sandi

Radartvnews.com- Langkah petahana Dendi Ramadhona untuk ikut kembali kontestasi pemilihan Bupati Pesawaran semakin mulus, pasalnya hingga saat...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Harga Cabai Anjlok, Pemprov Lampung Cari Solusi

Radartvnews.com- Dimasa pandemi covid 19 harga cabai ditingkat petani anjlok. Saat ini harga cabai dijual Rp6000 samapi...

Pencuri Mobil Beraksi di Rumah Makan

Radartvnews.com- Aksi pencurian kembali terekam kamera pengintai atau cctv.  Kali ini kawanan pencuri menyatroni rumah makan sambel...

Update Covid-19 di Lampung: Naik Lagi Kasus Positif Jadi 140, Sembuh 86 Orang

Radartvnews.com- Jumlah kasus positif covid-19 di Provinsi Lampung kembali mengalami penambahan kasus, kamis 4 juni 2020 ada...

Radartvnews.com- Persoalan uang ganti rugi atas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih terjadi. Sejumlah perwakilan warga desa gunung batin udik,  kecamatan terusan nunyai, Lampung Tengah, kamis siang (25/4) mendatangi kantor perwakilan pelaksana JTTS.

Kedatangan warga untuk memperjuangkan hak mereka mulai dari ganti lahan maupun tanam tumbuh yang terimbas pembangunan JTTS, karena sampai saat ini warga belum juga mendapatkan Uang Ganti Rugi (UGR).

Darul dalah satu perwakilan warga desa gunung batin udik mengatakan  ada 39 bidang yang dimiliki 17 kepala keluarga dan saat ini sudah tidak bisa difungsikan lahannya. Hal ini dikarenakan di atas 39 bidang tersebut sudah dibangun jalan tol dan jembatan.

39 bidang tnaha milik 17 kepala keluarga tidak bisa difungsikan karena sudah dibangun tol.

Sementara itu staf PPK JTTS Lampung Satibi mengatakan bahwa menanggapi hal ini  pihaknya menyatakan bahwa saat ini proses UGR masih dalam tahap appraisal. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PT Waskita Karya terkait sewa lahan tersebut.

“saat ini proses UGR masih dalam tahap appraisal, kita koordinasikan dengan PT Waskita Karya,” kata Satibi.

Para warga ini mendesak agar pembayaran UGR segera dilakukan. Jika tidak mereka akan melakukan pemblokiran jika memang tidak ada kejelasan.(lih/san)

post terbaik

berita terbaru

Berburu Perahu Politik Antara Dendi, Nasir dan Aries Sandi

Radartvnews.com- Langkah petahana Dendi Ramadhona untuk ikut kembali kontestasi pemilihan Bupati Pesawaran semakin mulus, pasalnya hingga saat ini dirinya telah mengantongi tiga...

Bunuh Rekan, Lalu Kumandangkan Adzan

Radartvnews.com- Aparat Kepolisian Polsek Tanjung Bintang beserta Polres Lampung Selatan,  menggelar (4/6) rekontruksi kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka A-F (17) dan R-B...

Puting Beliung Amuk Sembilan Rumah

Radartvnews.com- Sembilan rumah warga didesa braja indah, kecamatan braja selebah, Lampung Timur, kamis siang (4/6) rusak diterjang angin puting beliung.  

Talud Jebol, Material Tutup Aliran Sungai

Radartvnews.com- Warga jalan sisingamangaraja, kelapa tiga, Tanjung Karangbarat ekstra waspada pasca longsornya pondasi talud penahan air sungai tepat diatas bangunan rumah toko.

berita terkait lainnya