Saturday, September 19, 2020

Usai SMPN 29, Ombudsman Lacak Lainnya

Most Read

Pilkada Ditengah Pandemi, Pemprov Tidak Punya Sikap

Radartvnews.com- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Lampung pada 9 desember 2020 mendatang masih menjadi...

Selundupkan Sabu 2 Kg Divonis 16 Tahun

Radartvnews.com- Selundupkan sabu 2 kilogram warga Aceh, divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Barang...

Puluhan Warga Lampung Selatan Terjaring Tak Pakai Masker

Radartvnews.com- Operasi gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 dilakukan pemerintah kabupaten Lampung Selatan, (18/9/20). Operasi dipusatkan di jalan protokol...

Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

Radartvnews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung mempersiapkan tujuh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus penikaman pendakwah Syekh Ali...

Konfirmasi Positif Covid-19 Nyaris 700, Lampung Nihil Zona Hijau

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung masih terus mengalami penambahan. Data satuan tugas covid-19 Lampung hingga jumat...

Tangkap Bandar Narkoba, Polres Metro Amankan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro meringkus satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu dan exstacy.  Tersangka TK (31) merupakan...

Pemindahan sepihak siswa bina lingkungan atau biling ke SMP Negeri 36 menuai sorotan kepala ombudsman RI perwakilan Lampung. Menurut Nur Rakhman Yusuf, terdapat kesalahan prosedur perencanaan  PPDB di SMP Negeri 29 karna sebelum di pindahkan, ke 25 siswa ini sudah dinyatakan berhak berskolah bahkan sebagian dari mereka sudah mengukur baju segaram.

Ditemui selasa siang, Nur Rakhman menjelaskan penetapan kuota calon siswa seharusnya mengingkat. Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Bandar Lampung diminta tegas dalam menyikapi hal ini. Nur Rakhman menilai, pemindahan massal ini membuat wali murid resah dan anak didik terganggu secara psikologis.

Terkait masalah ini ombudsman Lampung berencana akan segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan kota Bandar Lampung untuk mencari solusi karna di khawatirkan pemidahan secara sepihak tak terjadi di satu sekolah saja. (Hen/Ri)

berita pilihan

berita terkait lainnya