Thursday, November 26, 2020

Jiwasraya Lampung Sepi Protes

Most Read

Nanang Terima Proyek Rp 10 Miliar

radartvnews.com- Sidang lanjutan fee proyek infrastruktur Lampung Selatan dengan terdakwa Bupati Nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan  menghadirkan sejumlah saksi. Terungkap...

Pidato Prabowo Subianto Menuju Indonesia Menang

radartvnews.com- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan visi dan misi nya di depan ribuan relawan dan simpatisan...

Sengketa BPU dan Unila, Kongsi Kebun Melon Berujung Kejaksaan

Radartvnews.com- Bagi hasil agrowisata kebun melon yang dikelola Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Lampung (Unila) dan pihak Sari Rogo...

PAD Turun, Kegiatan Urgen Jadi Skala Prioritas Pemkab Lampung Tengah

https://www.youtube.com/watch?v=EwO3aybD6fs Radartvnews.com- Pandemic covid-19 berdampak pada semua senid prekonomian. Di Kabupaten Lampung Tengah pendapatan asli daerah turun. Untuk itu Pemerintah...

Densus Sasar Lampung Tengah, Ciduk Pentolan Poso, Murid DR. Azhari

Radartvnews.com- Setelah beberapa waktu lalu, Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial  DAV, BAK...

Dua Pejabat Tinggalkan Arinal

Radartvnews.com- Sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Lampung mengundurkan diri dari jabatannya. Ada dua pejabat yang...

Humas Jiwasraya cabang Bandar Lampung, Jospen Siregar, ditemui dikantor Jiwasraya di jalan Raden Intan, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung,  mengatakan masalah yang terjadi dikantor pusat tidak mempengaruhi dengan kantor cabang di Lampung.

Pasalnya, hingga saat ini Jiwasraya cabang Bandar Lampung baik-baik saja. Untuk klaim nasabah dapat dibayar semua, sejauh ini belum ada  nasabah yang belum di bayar klaimnya oleh pihaknya dan juga pihaknya belum ada nasabah yang melapor atau pun protes.

Selain itu Jiwasraya Lampung tidak ada kerja sama seperti di kantor Jiwasraya pusat, seperti produk-produk  kerja sama dilakukan. Sejauh ini Jiwasraya cabang Bandar Lampung masih ritel atau perorangan.

Diketahui ada empat BUMN yang mengalami kesulitan keuangan hebatnya empat BUMN itu berasal dari sektor berbeda beda yaitu jasa transportasi, manufaktur, jasa logistik dan keuangan. BUMN sektor keuangan yakni asuransi Jiwaswaraya yang tengah menghadapi masalah, yakni terpaksa menunda pembayaran kewajiban polis atau jatuh tempo.

Problem kesulitan likuiditas menjadi alasan keterlambatan pembayaran. Keterlambatan pembayaran polisi jatuh tempo terdapat di produk bancassurance yang nilainya mencapai Rp. 892 miliar.

Ada tujuh bank yang memasarkan produk bancassurance yang diketahui bernama JS proteksi plan jiwasraya, yakni bank tabungan negara, standar chartered bank, bank keb hana Indonesia, bank Victoria, bank ANZ, bank QNB Indonesia dan bank rakyat Indonesia. (Leo/Ri)

berita menarik lainnya

BERITA TERKINI

Metro Hotel School Tempati Gedung Baru

Radartvnews.com- Metro Hotel School (MHS) menempati gedung baru (25/11). Jika sebelumnya MHS berada di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung kini gedung perkuliahan pindah di komplek...

berita terkait lainnya