Tuesday, May 26, 2020

Penambangan Pasir GAK, Pemprov Tak Tegas

Most Read

Air Laut Pasang Masuk Pemukiman Warga

Radartvnews.com- Puluhan rumah di kampung rawa laut, Panjang, Bandar Lampung banjir akibat air lau pasang (25/5/20). Sementara...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Dirawat 3 Hari, ODP Meninggal

Radartvnews.com- Orang Dalam Pemantauan (ODP) asal kelurahan rejomulyo kecamatan Metro Selatan, meninggal dunia setelah dirawat selama tiga...

Update Covid-19 di Lampung 25-5-2020: Tambah Lagi 7, Kasus Pisitif Jadi 116

Radartvnews.com- Kasus positif corona atau covid-19 di hari kedua lebaran (25/4/20) kembali melonjak dari sebelumnya 109 kasus...

43 Lokasi Gelar Salat Ied di Bandar Lampung

Radartvnews.com- Meski di tengah pandemi covid-19, sebagian warga Bandar Lampung tetap melaksanakan salat ied berjemaah di masjid...

Update Covid-19 di Lampung: Hingga Lebaran Positif Covid-19 Terus Bertambah

Radartvnews.com- Jumlah kasus positif covid-19 di Lampung di hari raya idul fitri 1441 H kini bertambah jadi...

Persoalan Penambangan Pasir Laut di Sekitar Kawasan Gunung Anak Krakatau hingga kini belum juga tuntas. Masyarakat Pulau Sebesi masih terus menuntut untuk mencabut izin perusahaan penambang pasir yakni PT Lautan Indonesia Persada. Hingga kini tuntutan masyarakat itu belum juga dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Masyarakat pun menilai Pemprov tak tegas dalam menangani persoalan ini.

Ini disampaikan langsung oleh Perwakilan Masyarakat Pulau Sebesi, Taufik saat mendatangi Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin pagi. Taufik mengatakan, apabila masih terjadi penambangan pasir laut di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) pihaknya bersama masyarakat lain akan mengambil sikap tegas.

Sementara, menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan saat ini masih melakukan kajian dan memproses atas tuntutan masyarakat pulau sebesi. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Taufik Hidayat mengatakan, Pihaknya saat ini masih menunggu hasil tinjauan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait Penegakan Hukum ( GAKKUM). Menurutnya, untuk mencabut izin perusahaan harus ada beberapa proses.

Diketahui sebelumnya, beberapa Masyarakat Pulau Sebesi Lampung Selatan, beberapa waktu lalu memergoki kapal tambang pasir milik PT Lip hendak mengeruk pasir laut di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). (Gal/Wo)

post terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Tes Swab 2 Pasien Covid-19 Lampung Utara Negatif

Radartvnews.com- Tim gugus percepatan penanganan covid-19 Lampung Utara telah melakukan uji swab terhadap dua pasien positif covid-19 di Lampung Utara. Hasiul tes...

Air Laut Pasang Masuk Pemukiman Warga

Radartvnews.com- Puluhan rumah di kampung rawa laut, Panjang, Bandar Lampung banjir akibat air lau pasang (25/5/20). Sementara jarak antara laut dengan permukiman...

berita terkait lainnya