Wednesday, September 23, 2020

Ribuan Perawat Putihkan Kotabumi

Most Read

KPU: Nanang-Pandu Lolos, Hipni-Melin Tidak Menenuhi Syarat

Radartvnews.com- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan Hipni-Melin gagal mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lampung selatan,...

Lampung Daerah Pertama di Indonesia Terapkan Mapel Anti Korupsi

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung  akan menambah mata pelajaran baru untuk siswa di...

Besok, Penetapan Tanpa Kehadiran Paslon

Radartvnews.com- KPU Lampung Timur telah melakukan verifikasi perbaikan administrasi kelengkapan berkas peryaratan bakal calon. Namun, ketetuan tiket untuk pasangan para...

Kotak Amal Masjid Dibobol Wanita

Radartvnews.com- Aksi pencurian uang di kotak amal masjid kembali terjadi di Bandar Lampung. Seorang wanita mengenakan pakaian merah dan...

5 Daerah Bandar Lampung Rawan Politik Uang, Bawaslu Ajak Viralkan C1 Plano

Radartvnews.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar (22/10/20)Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada pemilihan Walikota dan wakil Walikota Bandar Lampung tahun 2020, ...

Nasir-Naldi Komitmen Patuhi Maklumat Kapolri Terapkan Protokol Kesehatan

Radartvnews.com- Pasangan bakal calon Bupati Pesawaran M Nasir dan seluruh tim Bersinar berkomitmen akan mematuhi Maklumat Kapolri tentang kepatuhan...

Radartvnews.com – Ribuan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) wilayah Lampung, melakukan aksi unjuk rasa, dimulai dari titik kumpul halaman parkir Stadion Sukung Kotabumi, dan melakukan long march menuju Pengadilan Negeri Kotabumi, pada Kamis 3 Oktober 2019, pukul 10.00 WIB.

Massa yang datang dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Lampung ini, melakukan orasi dengan membawa spanduk di depan Kantor Pengadilan Negeri Kotabumi.

Mereka adalah para perawat yang bertugas di instansi-instansi, baik pemerintah atau swasta yang ada di Provinsi Lampung, hari ini menyampaikan aspirasi dan solidaritas terhadap rekan mereka Jumraini yang kini telah ditahan karena diduga melakukan malpraktek.

Aksi tersebut dipimpin langsung ketua PPNI DPW Provinsi Lampung, Dedi Afrizal dengan membawa lima pernyataan sikap atau tuntutan, yaitu meminta untuk membebaskan Jumraini dari tuduhan yang disangkakan, usut oknum yang membuat Jumraini menjadi pesakitan, memastikan tidak ada kejadian dan perlakuan serupa pada perawat dalam melayani rakyat, stop diskriminasi profesi perawat, dan mereka akan mogok melakukan pekerjaan yang buka tupoksi perawat di semua pelayanan jika tuntutan tidak dikabulkan.

Aksi dilanjutkan dengan melakukan long march kembali, dan berakhir di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Diketahui sebelumnya, kejadian tersebut terjadi di Desa Praduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara yang merupakan tempat tinggal Jumraini dan Alek yang diduga menjadi korban malpraktek, pada Desember 2018 lalu.

Dimana sang korban yang bernama Alek mendatangi kediaman Jumraini untuk meminta pertolongan karena kaki korban telah tertusuk paku.

Namun karena keadaannya semakin memburuk, korban yang bernama Alek disarankan pergi ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia. Hal tersebut yang membuat beberapa kalangan mempermasalahkan dengan dugaan malpraktek.

Dedi Afrizal selaku ketua PPNI wilayah Lampung mengatakan, ini hanya sebagian dari perawat yang ada di Lampung, ia juga menegaskan pelayanan publik tetap diutamakan.

Perwakilan aksi mereka disambut wakil Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, dan beberapa pejabat lainnya, merespon tuntutan mereka dan malam ini juga akan menggelar rapat bersama Forkopimda Lampung Utara.

Sementara itu aksi ini dikawal 448 personil kepolisian, dibantu dari Polres Lampung Tengah dan Polres Way Kanan, mengingat banyaknya massa yang datang.

Aksi berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri. Namun, mereka mengancam jika dalam waktu dekat tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan menggelar aksi yang lebih besar. (Sas/Rie)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terkait lainnya