Thursday, August 6, 2020

Resesi Tahun 2020-2021, Modal Startup Seret

Most Read

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate...

Tiga Pejabat dan Satu Kapolres Diganti

Radartvnews.com- Kapolri Jendral Idham Azis melakukan rotasi besar-besaran sejumlah Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, tiga diantaranya Pejabat...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan...

Radartvnews.com – Meski masih terjadi pelemahan ekonomi global dan perang dingin antara Cina dan Amerika Serikat (AS), pendanaan ekonomi digital masih Indonesia berjalan lancar. Tahun 2018, berdasarkan laporan ekonomi digital e-Conomy SEA 2019, investasi digital di Indonesia mencapai 3,8 dolar AS, tahun ini sedang menuju ke angka itu.

Sementara untuk 2020 dan 2021, Bank Dunia dan para ekonom menyebut di mana akan terjadi resesi ekonomi dunia. Hal itu bakal membuat pendanaan startup seret. Artinya, para investor akan berinvestasi ke sektor lain, yang bisa memberikan keuntungan.

Joint Head Investment Group Temasek, di Google Indonesia, Rohit Sipahimalani mengatakan, mengingatkan kepada para startup untuk menahan diri agar tidak membakar uang terus menerus.

“(Tahun 2020-2021) uang (investor) tidak akan selalu tersedia untuk startup,” ujarnya di Jakarta, kemarin (7/10).

Menurut dia, akibat resesi global pendanaan bakal menurun. Namun untuk wilayah Asia Tenggara, akan terbebas dari krisis lantaran didorong ekonomi yang sirkular dan kekuatan konsumsi domestik.

Berdasarkan laporan Temasek, ekonomi digital Indonesia tahun ini tercatat 40 miliar dolar AS atau setara 556,6 triliun. Angka itu, tertinggi di Asia Tenggara, mengalahkan Thailand (16 miliar dolar AS), Singapura (12 miliar dolar AS), Vietnam (12 miliar dolar AS), Malaysia (11 miliar dolar AS), dan Filipina (7 miliar dolar AS).

Berita Lainnya  Kejar Layangan, Bocah Dikeroyok Anjing

Diproyeksikan pada 2025, ekonomi digital Indonesia akan terus meroket hingga 133 miliar dolar AS. Angka itu mengalahkan Thailand 50 miliar dolar AS di tahun yang sama.

“Dengan populasi anak muda digital yang terus tumbuh, menjadi faktor kunci keberhasilan ekonomi mereka,” ujar kata Rohit.

Adapun pertumbuhan sektor ekonomi digital Indonesia ditopang oleh e-commerce yang dalam empat tahun tumbuh 12,3 kali lipat menjadi 21 miliar dolar AS. Pada tahun 2025 pertumbuhannya bisa mencapai USD 82 miliar.

Terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah memperkirakan pada tahun depan jumlah investor yang rela membakar uang akan berkurang seiring melambatnya ekonomi global.

“saya perkirakan ke depan di tengah melambatnya ekonomi global jumlah investor yang rela bakar uang akan semakin sedikit. Investor akan mulai beralih kepada startup yang bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan dengan kemampuan tidak hanya menciptakan pengguna dan tapi juga enggagement atau keterikatan sehingga berpotensi memunculkan valuasi yang tinggi,” pungkas Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/10). (fin/put)

berita pilihan

Subscribe
Notify of
Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.
Berita Lainnya  Kejar Layangan, Bocah Dikeroyok Anjing

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate dan Energy Kadin Lampung. Tim...

Target 10 Besar, Atlet Lampung Gelar Pelatda PON

Radartvnews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung kembali akan menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Gelaran...

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Lampung Mendekati 300

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Lampung hampir menembus angka 300. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga rabu 5 agustus 2020...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan masyarakat. Informasi...

berita terkait lainnya