Monday, June 1, 2020

Tahanan Kota, Jumraini Sujud Syukur

Most Read

WFH Berakhir, ASN Siap Ngantor

Radartvnews.com- Pemerintah pusat akan menerapkan aturan new normal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah daerah diminta melakukan...

Identitas Diketahui, Pelaku Bom Molotov Rumah Panitera Belum Ditangkap

Radartvnews.com- Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung masih mempelajari rekam cctv guna menangkap pelaku pelemparan bom...

Update Covid 19 di Lampung, Kasus Positif Tambah 1, 4 Sembuh

Radartvnews.com- Hingga 31 mei 2020, tim gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Provinsi Lampung mencatat, terdapat penambahan...

Pringsewu dan Kota Metro Masuk Indikator New Normal

Radartvnews.com- Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 menetapkan 11 indikator untuk daerah siap menerapkan new normal. Salah...

New Normal, Rumah Ibadah Harus Ada Surat Bebas Covid-19

Radartvnews.com- Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi menerbitkan panduan baru tentang kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Radartvnews.com – Jumraini tak kuasa menahan rasa syukur dan bahagia, setelah majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dirinya menjadi tahanan kota.

Dalam sidang perdana yang digelar Pengadilan Negeri Kotabumi, dengan perkara dugaan malpraktek yang dilakukan Jumraini terhadap Alek yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Terdakwa Jumraini yang duduk sebagai pesakitan sujud syukur setelah majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan dirinya.

Sidang diketuai hakim ketua Eva MT Pasaribu, dan 2 orang anggota yaitu Rika Emilia dan Suhadi Putra Wijaya.

Ada beberapa alasan majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan atas Jumraini. Terdakwa selama ini kooperatif, terdakwa pernah mengalami keguguran selama proses pemeriksaan, serta Jumraini masih memiliki anak yang masih menyusui.

Keluarga korban membenarkan jika Jumraini mengalami keguguran selama masa pemeriksaan, karena mengalami tekanan psikologis.

Sementara itu kuasa hukum Jumraini berterimakasih atas dikabulkannya permohonan penangguhan Jumraini menjadi tahanan kota.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa 15 Oktober 2019 dengan agenda menyampaikan eksepsi. (sas/rie)

post terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Mobil Pengangkut Sapi Selundupkan Sabu 1 Kilogram

Radartvnews.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 1 kilogram sabu ke pulau jawa. Untuk mengelabui petugas barang haram diangkut menggunakan...

Lagi, Bocah 10 Tahun Hanyut

Radartvnews.com- Rei Arjio Pratama (10) tahun warga  jalan jati, tanjung raya, Kedamaian, Bandar Lampung terbawa arus bandang saat mandi di sungai campang senin...

Tahun Ajaran Baru, KBM Dibagi Dua Shift

Radartvnews.com- Pemerintah pusat menetapakan 13 juli 2020 dimulainya proses pembelajaraan tahun ajaran baru, termasuk pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 pada...

berita terkait lainnya