Monday, July 6, 2020

Usai Sumpah Pocong Pihak Berselisih Berdamai

Most Read

DPRD Pesawaran Tuding Bupati Melanggar Perda

Radartvnews.com- Kebijakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menggratiskan seluruh biaya perawatan baik rawat inap maupun rawat jalan hingga...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Pria Anonim Ditemukan Membusuk di Sumur

Radartvnews.com- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lubang sumur di kawasan wisata swadaya, desa gondang rejo, kecamatan...

Update Covid-19 di Lampung: Tambah 2, Total 195 Kasus Positif

Radartvnews.com- Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi Lampung kembali bertambah dua kasus. Tim gugus tugas covid 19...

Hibah Rp62 Miliar, Tiga Gedung Pemkot Untuk Polda Lampung

Radartvnews.com- Tiga gedung bantuan pemerintah Kota Bandar Lampung, untuk Polda Lampung resmi diserahkan (3/7). Gedung 4 lantai...

1.683 UMKM dan Koperasi Dapat Bantuan

Radartvnews.com- Pandemi covid-19 memberikan dampak disegala sektor, tak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)...

Radartvnews.com – Warga di Desa Negeri Jemanten, Kecamatan Marga Tiga Lampung Timur, Selasa kemarin dihebohkan dengan adanya prosesi sumpah pocong yang dilakukan dua belah pihak keluarga ahli waris, tentang perselisihan lahan tanah seluas 1,5 hektare di desa setempat.

Masing masing pihak keluarga yang berselisih tentang kepemilikan hak lahan tanah ini, yakni keluarga ahli waris dari almarhum Muhamad Ali, dengan seorang warga bernama Jaelani.

Keduanya berselisih dan saling mengklaim tentang kepemilikan lahan tanah seluas 1,5 hektare di desa tempat tinggalnya. Meski sempat diadakan upaya secara kekeluargaan serta mufakat dengan dimediasi aparat pemerintahan desa, namun salah satu pihak keluarga meminta diadakannya prosesi sumpah pocong, yang dianggap sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan perselisiahan tentang kepemilikan lahan tanah tersebut.

Sementara menurut tokoh adat setempat, kedua belah pihak yang berselisih awalnya merupakan warga Desa Negeri Jemanten. Namun saat ini keluarga Jaelani tidak lagi bertempat tinggal di desa Jemanten dan telah pindah.

Pihak keluarga Jaelani mengklaim kepemilikan tanah seluas 1,5 hektare milik keluarga ahli waris almarhum Muhamad Ali, berdasarkan surat bertuliskan aksara Lampung yang dimilikinya. Namun pihak keluarga ahli waris Muhamad Ali, memiliki surat tanah yang dikeluarkan oleh pihak desa dan kecamatan yang tertulis sejak tahun 1967.

Kasus perselisihan lahan tanah seluas 1,5 hektare ini, akhirnya tercapai mufakat damai setelah diadakannya prosesi sumpah pocong antara kedua belah pihak keluarga yang berselisih. Serta menerima hasil musyawarah dengan kesepakatan perjanjian yang telah dibuat oleh aparatur desa, serta dihadiri tokoh adat Lampung di desa setempat. (ren/bow)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Minim Perhatian, Kera Hutan Tirtosari Berkurang

Radartvnews.com- Beginilah kondisi kawanan kera ekor panjang atau macaca fascicularis yang berada di taman hutan kera tirtosari, Teluk Betungutara, Bandar Lampung yang...

1.683 UMKM dan Koperasi Dapat Bantuan

Radartvnews.com- Pandemi covid-19 memberikan dampak disegala sektor, tak terkecuali para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi yang ada di...

Pria Anonim Ditemukan Membusuk di Sumur

Radartvnews.com- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di lubang sumur di kawasan wisata swadaya, desa gondang rejo, kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, sabtu petang...

berita terkait lainnya