Thursday, October 22, 2020

67 Obat Ranitidin Ditarik

Most Read

SDM Hambat Pengembangan Wisata di Lampung

Radartvnews.com- Untuk memberikan informasi kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara tentang agenda pariwisata tahun 2020, Pemerintah Provinsi...

Istri Terpapar Covid-19, Kadishub Diisolasi dan Kantor Dishub Pesawaran Tutup 14 Hari

Radartvnews.com-Pemkab Pesawaran akan meliburkan aktifitas perkantoran di Dinas Perhubungan setempat selama 14 hari terhitung mulai senin 19 oktober 2020. Sekretaris...

Lampung Sisakan 1 Daerah Zona Hijau Covid-19

Radartvnews.com- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali menetapkan (21/10) kota Bandar Lampung menjadi zona merah covid-19. Dari 15 Kabupaten/Kota di Lampung,...

Velg Mobil Hilang, Warga Telukbetung Dipaksa Kencingi Al-Quran

Radartvnews.com- Dua warga Telukbetung Selatan, diperiksa Satreskrim Polresta Bandar Lampung (20/10) karena memaksa warga bersumpah dengan mengencingi dan membakar ...

Tiga Bocah SD Tenggelam di Waduk Kardoyo

Radartvnews.com- Tiga bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Bandar Lampung tewas akibat tenggelam waduk...

Pemkab Tanggamus Tutup Pasar Gisting 3 Hari

Radartvnews.com- Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan menutup pasar gisting selama tiga hari terhitung sejak rabu 21 oktober  sampai jumat 23...

Radartvnews.com – BPOM kembali memutuskan untuk menarik 67 obat ranitidin dari pasaran. Putusan ini menyusul dengan temuan NDMA  atau bahan yang diduga memicu kanker dalam obat maag dan asam lambung ini.

Plt. Kepala BPOM Bandar Lampung Tri Suyarto membenarkan hal ini, menurutnya 67 obat tersebut terdiri dari sirup, injeksi dan tablet. Adapun obat ranitidin yang ditarik yakni:

1. Ranitidin cairan injeksi 25 mg/ml pemegang edar izin PT Phapros Tbk 

2. Zantac cairan injeksi 25 mg/ml pemegang edar izin PT Glaxo Wellcome Indonesia

3. Rinadin sirup 75 mg/5 ml pemegang edar izin PT Global Multi Pharmalab

4. Indoran cairan injeksi 25 mg/ml pemegang edar izin PT Indofarma

Berita Lainnya  Maklumat Kammi Lampung Rapor Merah Jokowi-Ma'ruf Amin

5. Ranitidin cairan injeksi 25 mg/ml pemegang edar izin PT Indofarma

6. Ranitidin Hcl tablet salut selaput 150 mg/ml pemegang edar PT Pharos Indonesia

7. Contranin tablet salut selaput 150 mg pemegang edar izin PT Armoxindo Farma

8. Radin tablet salut selaput 150 mg pemegang izin edar PT Dexa Medica

9.  Ranitidin Hcl tablet salut selaput 150 mg pemegang izin edar PT Dexa Medica

Pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia Lampung, meminta kepada seluruh anggotanya untuk menghentikan penjualan ranitidin.

Sementara itu, produsen obat diberikan waktu 80 kedepan untuk menarik semua obat yang diguga dapat memicu kanker, penarikan terhitung 9 Oktober 2019. (hen/rie)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  Gagal Aura Kasih, Muncikari Datangkan Vernita Syabilla

BERITA TERKINI

Maklumat Kammi Lampung Rapor Merah Jokowi-Ma’ruf Amin

Radartvnews.com- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung mengelar aksi teatrikal mengevaluasi 1 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, Rabu 21 oktober 2020. Dengan memakai topeng wajah Presiden...

berita terkait lainnya