Thursday, June 4, 2020

Diksar Mahusa, 14 Diperiksa, Dekan Tuntut Bukti

Most Read

Melawan Petahana Way Kanan, Pasangan ’’Jujur’’ &’’Hasbi’’ Bubar

Radartvnews.com- Pasangan yang sudah mendeklarasikan sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan melakukan perubahan formasi....

Harga Cabai Anjlok, Pemprov Lampung Cari Solusi

Radartvnews.com- Dimasa pandemi covid 19 harga cabai ditingkat petani anjlok. Saat ini harga cabai dijual Rp6000 samapi...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Update Covid-19 3 Juni 2020: Kasus Positif Tetap 136, Sembuh Jadi 83

Radartvnews.com- Jumlah kasus pasien positif covid-19 di Provinsi Lampung rabu 3 juni 2020 tak mengalami peningkatan. Kasus...

Penerapan New Normal, Mesuji dan Lamtim Dikaji

Radartvnews.com- Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 telah mendata ada 102 kabupaten/kota yang bisa menerapkan new normal...

UKT Itera Mencekik, Orang Tua Menjerit

radartvnews.com- Orang tua calon mahasiswa baru Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengeluhkan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada penerimaan mahasiswa...

Radartvnews.com – Kedatangan Mahasiswa Hukum Sayangi Alam (Mahusa) Universitas Lampung itu tiba di Polda Lampung sekira pukul 01.00 siang. Mereka datang secara bersamaan dan langsung menuju ke ruang penyidik Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung.

Keempat belas orang yang diperiksa, di antaranya dari saksi terlapor dan panitia Diksar di Gunung Betung, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, dengan rincian 10 orang dari panitia Diksar dan 4 orang saksi lainnya dari saksi terlapor.

Sementara, Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung Profesor Maroni, memastikan pihaknya akan bersikap netral, terkait adanya dugaan penganiayaan dalam pelaksanaan Diksar UKM Mahusa 27 September lalu.

Namun, dia mendorong kepolisian untuk membuktikan adanya tindakan penganiayaan panitia terhadap peserta Diksar UKM Mahusa.

Karena jika memang terbukti, Dekanat Fakultas Hukum Unila tidak akan meberikan pendampingan hukum, serta akan memberikan sanksi berupa skorsing hingga drop out terhadap mahasiswa yang bersangkutan.

Diketahui sebelumnya, korban bernama Rifaldi Dwi Prasetya mengaku dianiaya, saat mengikuti Diksar Mahusa di Gunung Betung Pesawaran yang berlangsung pada 12 hingga 15 September 2019 lalu dan diikuti 13 peserta. Atas laporan ini pihak Polda Lampung telah melakukan serangkaian penyelidikan dengan melakukan olah TKP serta meminta hasil visum dari Rumah Sakit Abdul Moeloek. (kuh/leo/rie)

post terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Harga Cabai Anjlok, Pemprov Lampung Cari Solusi

Radartvnews.com- Dimasa pandemi covid 19 harga cabai ditingkat petani anjlok. Saat ini harga cabai dijual Rp6000 samapi Rp8000 perkilogramnya, kondisi ini memepersulit...

Korban Melawan, Begal Gagal Beraksi

Radartvnews.com- Kawanan begal kembali beraksi di Lampung Utara, Nursali warga panaragan jaya, kabupaten Tulang Bawangbarat menjadi korban pembegalan, senin malam (1/6).

Penerapan New Normal, Mesuji dan Lamtim Dikaji

Radartvnews.com- Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 telah mendata ada 102 kabupaten/kota yang bisa menerapkan new normal ditengah pandemi covid-19. Dari 102...

berita terkait lainnya