Monday, July 13, 2020

Mahasiswa Diminta Tidak Berdemo pada Tanggal 20 Oktober

Most Read

2 Pembunuh Pelatih Sepakbola Ditangkap di Riau

Radartvnews.com- Kerja keras tim gabungan Satuan Resmob Polres Lampung Timur dalam mengungkap kasus penemuan jasad lelaki di...

Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 31 Agustus 2020

Radartvnews.com- Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali memperpanjang massa libur sekolah, dengan mengganti  kegiatan belajar mengajar di rumah. Perpanjangan...

Update Covid-19 di Lampung: Tambah 3, Total Kasus Positif 208

Radartvnews.com- Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung kembali mengalami penambahan kasus. Hingga minggu 12 juli 2020 gusus...

Adik Temukan Kakak Tewas di Dalam Sumur

Radartvnews.com- Penemuan sesosok mayat didalam sebuah sumur, sontak gegerkan  Warga RT 03/LK 01 kelurahan rejosari, Kecamatan Kotabumi,...

Geger, Video Mesum Mirip Sekdes Beredar

radartvnews.com – Video amatir dari rekaman handphone, diduga mirip sekretaris desa di kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, yang digerebek saat...

Tunggu Terdesak, Rapid Test Massal Dilakukan

Radartvnews.com- Rapid test massal yang rencananya digelar di empat daerah yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah...

Radartvnews.com – Sejumlah mahasiswa yang terkumpul dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), rencananya akan kembali turun berdemonstrasi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Jakarta, pada 20 Oktober 2019.

Untuk itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta, mahasiswa tak melakukan demo di hari H pelantikan presiden. Menurutnya, langkah yang baik adalah mengutamakan dialog ketimbang turun ke jalan.

“Saya minta mahasiwa tidak turun ke jalan pada pelantikan Presiden pada tanggal 20. Saya harapkan, kita dapat mendiskusikan kembali apa yang didemokan,” kata Nasir di Jakarta, Senin (14/10).

Nasir mengatakan, bahwa jika ada pihak yang tidak setuju dengan sejumlah Undang-undang bisa diselesaikan lewat mekanisme hukum yakni ke Mahkamah Konstitusi.

“Terkait Rancangan Undang-undang (RUU) jika tak menyetujui, masih ada jalan lain dengan melakukan diskusi” ujarnya.

Nasir juga mengimbau kepada para rektor, agar bisa mengendalikan mahasiswa tidak turun ke jalan 20 Oktober nanti. Menurutnya, rektor harus bisa duduk bersama mahasiswa terkait isu-isu yang ingin disuarakan ke pemerintah.

“Rektor-rektor itu tidak boleh mengerahkan mahasiswa untuk demo. Tapi mengajak ke kampus untuk diskusi,” tegasnya.

Nasir menegaskan kembali, bahwa semua masukan mahasiswa bisa ditampung dan kemudian rekomendasi bisa disuarakan langsung bukan dengan turun ke jalan yang mengganggu kekhidmatan saat proses pelantikan nanti.

Berita Lainnya  ABK Kapal Ikan Tiongkok Sudah 20 Hari Meninggal

“Khususnya yang menyangkut UU, RUU dan apa yang terjadi di publik. Secara ilmiah nanti setelah itu berikan satu rekomendasi,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden, Adita Irawati menyatakan, tidak ada larangan jika para mahasiswa ingin menggelar aksi demo. Namun, dia mengimbau jika demo jangan digelar saat pelantikan presiden dan wakil presiden pada tangal 20 Oktober nanti.

“Menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa itu sah saja sebagai bagian dari demokrasi. Tapi perlu diingat, tanggal 20 Oktober 2019 itu hari Minggu, di mana pada pagi hari masyarakat sedang menikmati libur khususnya di kawasan bebas kendaraan bermotor,” katanya.

Untuk itu, Adita menyarankan agar aksi demo mahasiswa dapat dilakukan di lain kesempatan yang tidak bertepatan pada saat jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober nanti.

“Lebih baik menyampaikan aspirasi dengan cara lain atau di hari lain yang tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Trisakti dan beberapa universitas lainnya, berencana menggelar demo jika Presiden Jokowi tak kunjung memberikan ketegasan terhadap penerbitan Perppu KPK.

BEM SI mengaku, belum melakukan komunikasi lebih lanjut, terkait rencana demonstrasi yang akan digelar saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2019 mendatang. (fin/put)

Berita Lainnya  ABK Asal Lampung Meninggal Dalam Freezer Kapal Ikan TIongkok, Dua Polda Koordinasi

berita pilihan

Subscribe
Notify of
Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Puluhan Ormas Desak Hentikan RUU HIP

Radartvnews.com- Tolak Racangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) puluhan organisasi masyarakat, yang tergabung dalam forum suara masyarakat lampung bersatu mengelar apel...

Cegah Covid 19, Polwan Patroli di Mal

Radartvnews.com- Dengan menggunakan hoover board, sejumlah personel polwan Satlantas Polresta Bandar Lampung patroli ke pusat perbelanjaan (12/7). Polwan ini...

Kasus DBD Turun, Dinkes Klaim Berhasil

Radartvnews.com- Sejak januari hingga juni 2020 terdapat 748 warga Kota Bandar Lampung yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dari jumlah itu satu...

Tunggu Terdesak, Rapid Test Massal Dilakukan

Radartvnews.com- Rapid test massal yang rencananya digelar di empat daerah yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Pesawaran hingga kini (12/7)...

berita terkait lainnya