Thursday, August 6, 2020

Mahasiswa Diminta Tidak Berdemo pada Tanggal 20 Oktober

Most Read

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate...

Tiga Pejabat dan Satu Kapolres Diganti

Radartvnews.com- Kapolri Jendral Idham Azis melakukan rotasi besar-besaran sejumlah Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, tiga diantaranya Pejabat...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan...

Radartvnews.com – Sejumlah mahasiswa yang terkumpul dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), rencananya akan kembali turun berdemonstrasi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Jakarta, pada 20 Oktober 2019.

Untuk itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta, mahasiswa tak melakukan demo di hari H pelantikan presiden. Menurutnya, langkah yang baik adalah mengutamakan dialog ketimbang turun ke jalan.

“Saya minta mahasiwa tidak turun ke jalan pada pelantikan Presiden pada tanggal 20. Saya harapkan, kita dapat mendiskusikan kembali apa yang didemokan,” kata Nasir di Jakarta, Senin (14/10).

Nasir mengatakan, bahwa jika ada pihak yang tidak setuju dengan sejumlah Undang-undang bisa diselesaikan lewat mekanisme hukum yakni ke Mahkamah Konstitusi.

“Terkait Rancangan Undang-undang (RUU) jika tak menyetujui, masih ada jalan lain dengan melakukan diskusi” ujarnya.

Nasir juga mengimbau kepada para rektor, agar bisa mengendalikan mahasiswa tidak turun ke jalan 20 Oktober nanti. Menurutnya, rektor harus bisa duduk bersama mahasiswa terkait isu-isu yang ingin disuarakan ke pemerintah.

“Rektor-rektor itu tidak boleh mengerahkan mahasiswa untuk demo. Tapi mengajak ke kampus untuk diskusi,” tegasnya.

Nasir menegaskan kembali, bahwa semua masukan mahasiswa bisa ditampung dan kemudian rekomendasi bisa disuarakan langsung bukan dengan turun ke jalan yang mengganggu kekhidmatan saat proses pelantikan nanti.

Berita Lainnya  Kejar Layangan, Bocah Dikeroyok Anjing

“Khususnya yang menyangkut UU, RUU dan apa yang terjadi di publik. Secara ilmiah nanti setelah itu berikan satu rekomendasi,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden, Adita Irawati menyatakan, tidak ada larangan jika para mahasiswa ingin menggelar aksi demo. Namun, dia mengimbau jika demo jangan digelar saat pelantikan presiden dan wakil presiden pada tangal 20 Oktober nanti.

“Menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa itu sah saja sebagai bagian dari demokrasi. Tapi perlu diingat, tanggal 20 Oktober 2019 itu hari Minggu, di mana pada pagi hari masyarakat sedang menikmati libur khususnya di kawasan bebas kendaraan bermotor,” katanya.

Untuk itu, Adita menyarankan agar aksi demo mahasiswa dapat dilakukan di lain kesempatan yang tidak bertepatan pada saat jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober nanti.

“Lebih baik menyampaikan aspirasi dengan cara lain atau di hari lain yang tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Trisakti dan beberapa universitas lainnya, berencana menggelar demo jika Presiden Jokowi tak kunjung memberikan ketegasan terhadap penerbitan Perppu KPK.

BEM SI mengaku, belum melakukan komunikasi lebih lanjut, terkait rencana demonstrasi yang akan digelar saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tanggal 20 Oktober 2019 mendatang. (fin/put)

Berita Lainnya  Kejar Layangan, Bocah Dikeroyok Anjing

berita pilihan

Subscribe
Notify of
Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate dan Energy Kadin Lampung. Tim...

Target 10 Besar, Atlet Lampung Gelar Pelatda PON

Radartvnews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung kembali akan menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Gelaran...

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Lampung Mendekati 300

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Lampung hampir menembus angka 300. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga rabu 5 agustus 2020...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan masyarakat. Informasi...

berita terkait lainnya