Friday, August 7, 2020

Terkait Wiranto, 22 Terduga Teroris Ditangkap

Most Read

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate...

Hakim Vonis Mati 5 Sindikat Sabu

Radartvnews.com- Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang mengelar sidang online atau teleconference , kamis siang  (6/8) dengan ...

Beraksi Pagi, Jambret Babak Belur

Radartvnews.com- Rio Irawan (18) warga kemiling, Bandar Lampung yang tertangkap warga menjambret perhiasan di desa sungai langka,...

Jalinbar Dapat Dilalui, Warga Terserang Mulai Terserang Penyakit

Radartvnews.com- Petugas gabungan dibantu warga membersihkan material longsor dan banjir di jalan lintas barat, tepatnya di

Radartvnews.com – Sebanyak 22 terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) ditangkap terkait aksi penikaman Menko Polhukam Wiranto. Penangkapan dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, 22 orang terduga teroris ini berasal dari beberapa kelompok. Antara lain, Khilafatul Muslimin, Daulah atau DI, Daulah APS, dan Mujahid Indonesia Timur (MIT).

“Seluruh tersangka, atau kelompok ini semua berafilisi dengan ISIS dan jaringan Jamaah Ansorut Daulah (JAD). Kelompok mereka ini dikenal tidak terstruktur di lapangan, tapi mereka terstruktur dan sistematis di media sosial secara virtual,” kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/10).

Kelompok ini melakukan hubungan di media sosial secara intensif. Mereka berinteriaksi dalam rangka melakukan aksi amaliyahnya, baik melalui telegram atau media sosial lainnya.

“Jadi, mereka ini lebih intens menjalin komunikasi di medsos dan lebih terstuktur dan sistematis. Contohnya, apapun yang dilakukan tersangka atau kelompok ini dikomunikasikan melalui Telegram maupun di medsos lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, mereka tidak mengkomunikasikan waktu, tempat dan target untuk melancarkan aksi amaliyahnya. Tapi yang pasti mereka menyasar pada thogut.

“Tapi dalam komunikasi di medsos atau telegram, siapa, waktu, dan tempatnya tidak dijelaskan secara pasti. Tapi yang jelas, mereka ini mendeclair dulu mau amaliyah. Adapun target utama mereka itu, adalah aparat kepolisian yang dianggap thougut,” katanya.

“Jadi, kelompok ini tidak bersentuhan langsung tapi punya ikatan hubungan secara intens di media sosial. Khas lainnya, setelah berbaiat dengan ISIS kelompok ini jadi sel-sel yang independen dan melakukan amaliyah sesuai kemampuannya,” tambah Dedi.

Berita Lainnya  Beraksi Pagi, Jambret Babak Belur

Dalam aksi pengungkapan, Tim Densus 88 juga berhasil menangkap master mind-nya, yakni berinisial R. Dia ditangkap di Teluk Jambe, Jambi, Jumat (11/10).

“Seperti yang saya sampaikan kemarin, Densus 88 tidak berhenti untuk memburu tersangka lain, khususnya mastermind yang mengatur dan merencanakan setiap aksi kelompok ini,” jelasnya.

Meskipun saat ini telah menangkap 22 tersangka, Densus 88 masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya. Sebab, memang dari tersangka yang baru ditangkap pun masih terus didalami.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka mitigasi terhadap pergerakan kelompok ini, agar mereka tidak melakukan kegiatan amaliyahnya kembali. Khususnya menjelang pelantikan Presiden. Intinya, kita tidak berhenti untuk melakukan penindakan hukum dan upaya preventif strike kepada kelompok ini,” tandasnya.

Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Ma’ruf Amin, sebelumnya meminta penanganan radikalisasi, intoleransi dan terorisme di Indonesia tidak dilakukan secara represif.

“Pencegahannya lebih intensif, dan ke depannya dengan cara yang soft, artinya tidak represif tapi pendekatannya yang soft untuk menangkal mau pun mengembalikan mereka yang terpapar,” ujar Ma’ruf.

Dia berharap penanganan radikalisasi, intoleransi dan terorisme bisa dilakukan secara lebih intensif, baik dari segi struktural mau pun kultural.

Dari segi struktural, penanganan bisa dilakukan dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah mau pun ormas-ormas Islam lainnya.

Berita Lainnya  Hakim Vonis Mati 5 Sindikat Sabu

Sedangkan dari segi kultural, penanganan radikalisme, terorisme dan intoleransi dapat dilakukan dengan mengedepankan program deradikalisasi, tidak hanya dari hilir, tetapi juga dari hulu. Sehingga dampak positif pencegahan dapat dirasakan secara menyeluruh. (fin/put)

berita pilihan

Subscribe
Notify of
Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Masalah Utang Dua Guru Berkelahi

Radartvnews.com- Gara-gara permasalahan utang piutang pinjaman online, dua guru di SMAN 1 Kedondong, kabupaten Pesawaran adu mulut dan berakhir penganiayaan.

Ketua KPK Sorot Pilkada Lampung

Radartvnews.com- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri mendatangi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, kamis sore (6/8). Dua agenda...

Bea Cukai Bakar Uang Rp 11 Miliar

Radartvnews.com- Barang bukti hasil operasi penindakan dalam kurun waktu juni 2019 hingga juli 2020 dimusnahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah...

Beraksi Pagi, Jambret Babak Belur

Radartvnews.com- Rio Irawan (18) warga kemiling, Bandar Lampung yang tertangkap warga menjambret perhiasan di desa sungai langka, kecamatan gedongtataan, Kabuapaten Pesawaran, kamis...

berita terkait lainnya