Friday, January 22, 2021

KPK Tangkap Tangan Pejabat Kementerian PUPR

Most Read

Sengketa Lahan di Lampung Tengah, 2 Tewas 1 Kritis

https://www.youtube.com/watch?v=8XtOwlYocao Radartvnews.com- Dua kelompok warga di Lampung Tengah telibat bentrok karena saling klaim kepemilikan lahan. Sejumlah warga kecamatan anak tuha, Lampung...

Banyak Celah Eva-Deddy Menang di MA

Radartvnews.com- Berkas gugatan keberatan atas putusan KPU Kota Bandarlampung yang mendiskualifikasi Paslon Nomor 3 Pilwakot Bandarlampung Eva Dwiana-Deddy Amarullah...

KPID – Radar Lampung TV Bahas Digitalisasi Penyiaran

Radartvnews.com - Mengawali program kerja kepengurusan di awal tahun 2021. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung menggelar roadshow ke...

Polisi Periksa Kerabat dan Adik Korban, Ungkap Kasus Pembunuhan Dedi

Radartvnews.com- Jajaran Polres Tanggamus melakukan pemeriksa sepuluh saksi guna menggali keterangan terkait kasus pembunuhan Dedi alias Aceng 930) warga...

Grand Opening Frozen Food Dibubarkan Polisi

Radartvnews.com- Karena tidak memiliki izin dan tidak menerapkan protokol kesehatan grand opening Adelia Frozen Food di Desa Negeri Sakti,...

KPU RI Panggil Empat Daerah PHP, KPU Bandar Lampung Beri Jawaban ke MA

Radartvnews.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memanggil empat daerah sengketa pilkada di Lampung dan seluruh KPU kabupaten/kota yang menghadapi...

Radartvnews.com – Pasca melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (14/10), Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap di Samarinda dan Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), serta Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam OTT kali ini pihaknya berhasil mengamankan total delapan orang. Tujuh di antaranya ditangkap di Kaltim dan sedang menjalani pemeriksaan di mapolda setempat.

“Sisanya di Jakarta. Sedang pemeriksaan di Kantor KPK Jakarta,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/10).

Salah seorang yang turut diamankan dalam OTT tersebut diduga Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Refly Ruddy Tangkere. Sisanya, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), staf pada balai jalan, dan pihak swasta.

Febri melanjutkan, hingga saat ini pihaknya menduga telah terjadi penerimaan uang sekitar Rp1,5 miliar. Penerimaan tersebut diduga terkait paket pekerjaan jalan multiyears Kementerian PUPR senilai Rp155 miliar.

Berita Lainnya  KPID – Radar Lampung TV Bahas Digitalisasi Penyiaran

“Jadi bagian dari proyek Kementerian PUPR ya. Diduga proyek ini adalah proyek terkait di Kementerian PUPR,” ucapnya.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan, KPK menduga telah tejadi beberapa kali pemberian uang kepada pihak pemerima. Pemberian uang tersebut diduga dilakukan melalui mekanisme transfer ke rekening.

“Jadi pemberi mentransferkan uang secara periodik pada rekening miliknya dan kemudian ATM-nya diberikan kepada pihak penerima. Nah uang di ATM itu lah yang diduga digunakan pihak penerima,” tuturnya.

Maka dari itu, dalam OTT ini pihaknya menyita buku tabungan dan ATM. “Karena memang transaksinya tidak melalui cara konvensional,” tukasnya.

Rencananya, pihak yang diamankan di Kaltim akan diterbangkan ke Kantor KPK pada Rabu (16/10) guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (fin/put)

Berita Lainnya  KPID – Radar Lampung TV Bahas Digitalisasi Penyiaran

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Penetapan Bupati Terpilih, Adipati-Ali Rahman Siap Langsung Kerja

Radartvnews.com- Tanpa adanya gugatan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Way Kanan tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Way Kanan menetapkan pasangan Raden Adipati Surya–Ali...

berita terkait lainnya