Saturday, September 19, 2020

Polisi Sebut Teroris Sasar Medsos

Most Read

Pilkada Ditengah Pandemi, Pemprov Tidak Punya Sikap

Radartvnews.com- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Lampung pada 9 desember 2020 mendatang masih menjadi...

Selundupkan Sabu 2 Kg Divonis 16 Tahun

Radartvnews.com- Selundupkan sabu 2 kilogram warga Aceh, divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Barang...

Puluhan Warga Lampung Selatan Terjaring Tak Pakai Masker

Radartvnews.com- Operasi gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 dilakukan pemerintah kabupaten Lampung Selatan, (18/9/20). Operasi dipusatkan di jalan protokol...

Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

Radartvnews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung mempersiapkan tujuh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus penikaman pendakwah Syekh Ali...

Konfirmasi Positif Covid-19 Nyaris 700, Lampung Nihil Zona Hijau

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung masih terus mengalami penambahan. Data satuan tugas covid-19 Lampung hingga jumat...

Tangkap Bandar Narkoba, Polres Metro Amankan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro meringkus satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu dan exstacy.  Tersangka TK (31) merupakan...

Radartvnews.com – Sejumlah terduga teroris sejak Minggu hingga Senin berhasil diamankan di sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, total ada lima orang yang diduga telibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kegiatan aksi terorisme tak hanya terjadi di kehidupan nyata. Namun juga di media social, bahkan beberapa penangkapan teroris berdasarkan informasi dari medsos.

Memanfaatkan teknologi teroris menyebarkan ajaran agama radikal anti NKRI dan seruan untuk jihad bahkan sebelum melakukan aksi amaliyah mereka memberitahu terlebih dahulu di medsos.

Ciri-ciri teroris bekerja di medsos
1. Mengatakan bahwa kejadian terorisme yang menelan banyak korban sebagai setingan, drama maupun rekayasa. Ini dilakukan agar masyarakat tidak bersimpati atas hilangnya nyawa korban.

Berita Lainnya  17 Reka Adegan Penikaman Syekh Ali Jaber, Pelaku Sekuat Tenaga Ayunkan Pisau

2. Mengalihfokuskan berita korban jiwa akibat terorisme dengan berita lain yang tidak ada sangkut pautnya. Tujuannya agar masyarakat lupa dengan kekejaman teroris.

3. Menggunakan kata-kata melecehkan untuk menggambarkan keadaan korban. Ini memang sesuai dengan tabiat teroris yang senang melihat korbannya tersiksa.

4. Suka menyalahkan aparat hukum bila terjadi tindakan terorisme. Padahal aparat hukum adalah garda terdepan membendung tindakan teroris, tapi oleh para teroris di medsos keadaan diputar balik.

5. Suka mencaci pemerintah, misalnya pemerintah dituduh anti Islam, toghut, musuh Allah, pelaku bid’ah, penegak Islam kufur dan sebagainya.

Sementara, Walikota Bandar Lampung Herman HN meminta kepada RT, lurah dan camat untuk mengawasi semua kegiatan warganya, apabila ada tindakan yang mencurigakan diminta untuk melapor ke aparat keamanan. (hen/bow)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

berita terkait lainnya