Sunday, May 31, 2020

PT Anulir Vonis Mati Kurir Sabu

Most Read

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Hina Bidan, IRT Dikurung Badan

Radartvnews.com - Jaksa penuntut umum, Eka Aftaria mengungkapkan, Sunena, bersalah melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana Pasal 27...

Fraksi PKB Lampung: Hadapi New Normal, Protokol Kesehatan Ponpes Harus Diperhatikan

Radartvnews.com- Kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah pusat diharapkan dapat menyelamatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam masa...

Korsleting Lisrik, Gudang Tenda Ludes Terbakar

Radartvnews.com- Gudang penyewaan tenda di Teluk Betungtimur, Bandar Lampung, ludes terbakar, rabu 27 mei 2020.

Daftar Calon Tetap DCT Anggota DPRD Kota Metro

KPU Kota Metro mengumumkan Daftar Caleg Sementara (DCS) Anggota DPRD Kota Metro pada Pemilu Serentak tahun 2019, DCS tersebut...

Gegara Corona, Mal di Bandar Lampung Mulai Tutup

Radartvnews.com- Sejumlah mal dan pusat perbelanjaan di kota Bandar Lampung mulai tutup, hal ini bertujuan untuk menekan...

Radartvnews.com – Humas Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, Jesayas Tarigan. Mengaku sudah menyidangkan berkas Rahmatulah alias Akok, kurir 60 kilogram sabu yang dijatuhkan vonis mati oleh Pengadilan Sukadana Lampung Timur beberapa waktu lalu.

Dari hasil sidang, Majelis PT Tanjung Karang tidak sependapat dengan vonis diberikan Majelis Pengadilan Negeri Sukadana dan telah menganulir vonis mati dengan memberikan hukuman seumur hidup penjara. Rahmatulah alias Akok, warga Tangerang, Provinsi Banten itu terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika.

Dari fakta persidangan tidak dapat dibuktikan, bahwa Rahmatulah alias Akok terlibat dalam sindikat atau jaringan narkoba, serta tidak ada bukti-bukti kuat yang mengarah melainkan hanya sebagai perantara karena di iming-imingi uang oleh sindikat narkoba.

Diketahui terbongkarnya perkara ini berawal dari upaya seseorang tidak dikenal yang berniat membeli speedboad milik nelayan, didesa Purwosari, Pasirsakti, Lampung Timur senilai 50 Juta Rupiah. Namun pemilik speedboad meminta 70 Juta Rupiah. Karena harga tidak cocok. Akhirnya, pelaku menyewa dengan tujuan Jakarta dengan tarif 3 Juta Rupiah. Setelah disepakati pelaku menitipkan barang didalam karung yang akan dibawa ke Jakarta.

Lantaran curiga, pemilik speedboat melaporkan ke Polsek Pasirsakti. Setelah diperiksa petugas, teryata didalam karung itu terdapat 60 plastik ukuran satu kilo berisi kristal putih. Akhirnya Rahmatullah ditangkap didaerah Serang Banten.(leo/rie/bow).

post terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Update Covid 19 Lampung 27 Mei: Kasus Positif 118, 2 Meninggal

Radartvnews.com- Jumlah pasien positif covid-19 di Lampung rabu 27 mei 2020 kembali bertambah. Penambahan 2 pasien terkonfirmasi positif covid-19 merupakan pasien nomor...

berita terkait lainnya