Tuesday, August 4, 2020

Saksi Beber Bukti, Lingkaran Penyamun Rekrutmen KPU

Most Read

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Yakin PDIP Berikan Rekom, Kader Pasang Banner Nasir-Naldi

Radartvnews.com- Semangat kader PDI Perjuangan tak surut dalam mendukung M.Nasir untuk maju dalam pilkada desember 2020.

Pria Kepergok Keluarkan Alat Kelamin

Radartvnews.com- Rekaman kamera pengintai cctv yang menunujukan seorang pria mengeluarkan laat kelamin ramai menjadi pembicaraan warga net....

Pemprov Lampung Rolling 9 Pejabat

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rolling dan pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah...

Pergub New Normal Diterapkan, Masyarakat Harus Sadar

Radartvnews.com- Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 45 tahun 2020 tentang pedoman kehidupan baru atau new normal ditengah pandemi...

Positif Covid-19 di Pesisir Barat Meledak, Total 297 Kasus

Radartvnews.com- Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lampung mengalami penambahan signifikan. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga 3...

Radartvnews.com – Saksi sekaligus pelapor dugaan jual beli kursi komisioner KPU Kabupaten Kota, Budiono hari ini memenuhi panggilan komisi I DPRD Provinsi Lampung untuk mengikuti rapat dengar pendapat. Dalam RDP, Budiono membeberkan bukti – bukti yang ia miliki. Mulai dari rekaman video, rekaman percakapan telepon hingga kwitansi penyerahaan uang sebesar 100 Juta Rupiah ke salah satu calon komisioner KPU Pesawaran atas nama Lilis Pujiati.

Selain itu, Budiono juga mengungkap bahwa jual beli jabatan yang tersetruktur ini telah memakan banyak korban, selain pasangan suami istri G- S dan VYp yang merupakan calon komisioner KPU Kabupaten Tulang Bawang. Namun, Budi menyayangkan tidak ada yang berani mengungkapnya ke publik, Budi mengungkapkan, dalam proses penjaringan calon komisioner KPU Kabupaten Kota, makelar yang diduga melibatakan oknum komiosioner KPU ini memiliki kata sandi untuk meminta sejumlah uang kepada calon komisioner. Salah satu calon komisioner dikirimi pesan whastapp yang berbunyi jika ingin lolos ke tahapan selanjutnya harus memberikan gading gajah dengan panjang 35 centimeter yang diartikan 35 Juta Rupiah.

Sementara, ketua komisi I, Yozi Rizal mengatakan dari penjelasan yang disampaikan dan bukti yang dimiliki pelapor, komisi I menganggap kasus ini benar terjadi. Bahkan kasus ini telah menggurita hingga melibatkan komisioner KPU Lampung dan Pusat. komisi satu akan memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap saksi pelapor dan saksi korban.

Dalam waktu dekat, komisi I juga akan memanggil Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung untuk mengetahui keterangan yang diberikan oleh penyelenggara pemilu, termasuk oknum yang diadukan diharapkan datang dalam rapat dengar pendapat.(bow, rie).

berita pilihan

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Perbaiki Antena, Kakak Adik Tewas Kesetrum

Radartvnews.com- Dua kakak beradik di kecamatan kotabumi selatan, Lampung Utara tewas tersengat listrik, minggu malam (2/8). Petugas kepolisian Polres...

Diusung Golkar, Adipati Optimis Menang Pilkada

Radartvnews.com- Saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke V Partai Golkar, senin siang (3/8) kedatangan Raden Adipati Surya dan Edward Antony langsung disambut...

Teriakan Warga, Selamatkan 1 Keluarga Dari Api

Radartvnews.com- Warga jalan jendral suprapto, gang bintara II, kelurahan pelita,  enggal, Bandar Lampung mendadak heboh, senin dini hari sekira pukul 03:00 WIB....

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran bendera. Tidak hanya itu, bahkan...

berita terkait lainnya