Monday, September 21, 2020

Maestro Seni Nasional Suprapto Suryodarmo Tutup Usia.

Most Read

Pilkada Ditengah Pandemi, Pemprov Tidak Punya Sikap

Radartvnews.com- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Lampung pada 9 desember 2020 mendatang masih menjadi...

Selundupkan Sabu 2 Kg Divonis 16 Tahun

Radartvnews.com- Selundupkan sabu 2 kilogram warga Aceh, divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Barang...

Puluhan Warga Lampung Selatan Terjaring Tak Pakai Masker

Radartvnews.com- Operasi gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 dilakukan pemerintah kabupaten Lampung Selatan, (18/9/20). Operasi dipusatkan di jalan protokol...

Tangani Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Kejari Bandar Lampung Siapkan 7 JPU

Radartvnews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung mempersiapkan tujuh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus penikaman pendakwah Syekh Ali...

Konfirmasi Positif Covid-19 Nyaris 700, Lampung Nihil Zona Hijau

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Lampung masih terus mengalami penambahan. Data satuan tugas covid-19 Lampung hingga jumat...

Tangkap Bandar Narkoba, Polres Metro Amankan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp1 Miliar

Radartvnews.com- Satuan Reserse Narkoba Polres Metro meringkus satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu dan exstacy.  Tersangka TK (31) merupakan...

Panaragan _ Kabar Duka Datang dari Keluarga Maestro Seni Nasional Suprapto Suryodarmo 74 Tahun,Salah Seorang Penggagas Whorkshop Khusus Yang Akan di Adakan di Tubaba,Lampung pada tanggal 22-26 Januari 2020 Mendatang.” Tepatnya Hari ini 29/12/ 2019 Penggagas Sharing Time Megalitic Millennium Art tersebut Kembali kepada sang khalik.

Di hubungi via ponselnya, Pada tanggal 29/12// sekira pukul. 15 : 20 wib Semi ikra anggara membenarkan kabar meninggalnya salah satu tokoh maestro nasional tersebut sekaligus sebagai penggagas workshop khusus yang sedianya akan di laksanakan di tubaba.”

Semi mengungkapkan, Suprapto Suryodarmo adalah maestro seni pertunjukan indonesia yang dikenal secara luas, meskipun publik tidak melihatnya sebagai penari atau koreografer dalam pengertian konvensial, tetapi gerakan kebudayaan beliau adalah “Joget Amerta” menginspirasi banyak orang dari lintas profesi, baik penari, perupa, dramawan, arkeolog hingga ahli matematika.

Joget Amerta adalah gerak improvisasi bebas yang mengikuti alam bawah sadar, setiap subjek merasuk ke dalam interior dirinya tapi juga sekaligus membuat komunikasi harmonis dengan alam sekitarnya.ujarnya semi

” Secara esensi Joget Amerta adalah menyelaraskan tubuh, menyeimbangkan hubungan dengan manusia, alam dan Tuhan. Sepintas gerakan-gerakan dalam joget Amerta seperti gerak mimesis keseharian, demikian sederhana tanpa tendensi.”

Masih Semi, Untuk pagelaran internasional yang rencananya akan dihelat pada tanggal 22-26 Januari 2020 di sejumlah venue Kota di tubaba antara lain, Ulluan Nughik, Berugo Cottage dan Las Sengok.” Event ersebut juga akan dibagi ke dalam tiga kategori, sarsehan, workshop dan pertunjukan. Diharapkan dari ketiga kategori acara tersebut setiap penyaji dan audiens bisa saling berbagi dan saling menginspirasi.

Sebelum gelaran tersebut penggagas acara Suprapto Suryodarmo di jadwalkan akan memberikan workshop joget amerta kepada warga tubaba. Serta murid-muridnya yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Jepang dan sejumlah seniman yang akan hadir dari sekitaran Lampung, workshop khusus tersebut sedianya digelar pada tanggal 10 – 20 Januari 2020.

Namun sangat di sayangkan, pada Minggu dinihari sekira pukul 02:00 panitia menerima kabar dari keluarga, bahwa Mbah Prapto telah meninggal dunia di Rumah Sakit dr.Oen Solo.” Saat ini Jenazah Mbah Prapto sedang dalam perjalan kekota solo untuk di semayamkan di tempat peristirahatan terakhirnya.

Di tempat terpisah bupati kabupaten tulang bawang barat Umar Ahmad mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian mbah Suprapto Suryodarmo tersebut.” Menurutnya beliau merupakan tokoh budayawan nasional yang patut di jadikan cerminan bagi setiap seniman yang ada di Indonesia.

Selain merasa kehilangan sosok inspiratif, Umar juga berharap mudah-mudahan hanya raganya mbah prapto saja yang terpisah dari kita semua, sedangkan untuk ide-ide pikiran nya akan tetap ada untuk kita lanjutkan.tutupnya ( edz )

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terkait lainnya