Thursday, July 9, 2020

Teropong Bintang Setop Atas Desakan Menteri KLHK

Most Read

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan...

OTT ASN, Polda Lampung Sita Dokumen Dari Inspektorat Lampung Timur

Radartvnews.com- Empat angota  Subdit Tipikor Dirkrimsus Polda Lampung mendatangi Kantor Inspektorat Lampung Timur, senin sore (6/7). Dengan...

Honor Guru Rp 5,9 Miliar, Per bulan Terima Rp200.000

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung memberikan bantuan bagi guru honor murni...

ASN Inspektorat Peras Kades Program PTSL

Radartvnews.com- Polda Lampung membenarkan, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Timur 4 juli 2020. Dalam OTT...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Sekertaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menyebut pemberhentian pembangunan observatorium teropong bintang merupakan hasil evaluasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasalnya pembangunan observatorium di lahan konservasi ini tidak sesuai peraturan yang telah ditetapkan, sehingga akan dilakukan pengkajian ulang. Persoalannya, kenapa saat pembangunan dulu lolos?

Lahan konservasi diperbolehkan untuk kegiatan penelitian yang berhubungan dengan flora dan fauna, sementara observatorium penelitian dibidang tata surya.

Persoalan ini akan kembali di kaji ulang sehingga harapannya kementerian dapat mengakomodir penelitian dalam arti luas.

Terkait proyek jalan yang telah dikerjakan tetap menjadi aset pemerintah daerah sehingga insfrastruktur jalan ini akan tetap dibutuhkan untuk pengembangan tidak hanya dibidang riset melainkan pariwisata.

Sementara, Kepala UPTD Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Tahura Wan Abdul Rachman Sumardi menyebut, sesuai aturan memang benar jika Tahura Wan Abdul Rachman merupakan lahan konservasi, sehingga diperlukan usaha bersama dalam melakukan perlindungan agar kawasan ini kembali berfungsi sebagai lahan konservasi kembali.

“sesuai aturan memang benar jika Tahura Wan Abdul Rachman merupakan lahan konservasi, sehingga diperlukan usaha bersama dalam melakukan perlindungan agar kawasan ini kembali berfungsi sebagai lahan konservasi kembali,” kata Sumardi.

Sumardi melanjutkan, =jika lahan konservasi ini akan di pergunakan sebagai lokasi penelitian, tentunya harus sesuai dan berhubungan dengan fungsi konservasi itu sendiri.

Diketahui pusat observatorium di Lampung ini di klaim akan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara serta akan menyaingi pusat observatorium Boscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat yang prosesnya sudah berjalan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp59 miliar.(krp/san)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg2)

Bom Waktu Limbah Medis Corona Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan...

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg1)

Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan kenormalan baru. Pasien...

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran (7/7). Puluhan...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di...

berita terkait lainnya