Thursday, July 9, 2020

Food Combining Pola Makan Sehat Mulai Digemari

Most Read

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan...

OTT ASN, Polda Lampung Sita Dokumen Dari Inspektorat Lampung Timur

Radartvnews.com- Empat angota  Subdit Tipikor Dirkrimsus Polda Lampung mendatangi Kantor Inspektorat Lampung Timur, senin sore (6/7). Dengan...

Honor Guru Rp 5,9 Miliar, Per bulan Terima Rp200.000

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung memberikan bantuan bagi guru honor murni...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

ASN Inspektorat Peras Kades Program PTSL

Radartvnews.com- Polda Lampung membenarkan, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Timur 4 juli 2020. Dalam OTT...

Radartvnews.com– Komunitas Food Combining Lampung menggelar sharing sehat bersama Anung Nur Rachmi, Sabtu, 25 Januari 2020 bertempat di Cows Cafe. Kegiatan tersebut membincang soal food combining sebagai pola makan sehat yang saat ini mulai digemari dikalangan masyarakat. Karena pola makan sehat ini terbukti membuat banyak orang terhindar dari berbagai penyakit, bahkan banyak yang sembuh dari penyakitnya.

Dalam kesempatan tersebut Anung yang merupakan Praktisi Food Combining memaparkan, konsep food combining merupakan koreksi dari 4 sehat 5 sempurna. Menurutnya ada kesalahan dalam konsep 4 sehat 5 sempurna. “Dalam segi kebutuhan dua konsep ini sama, tapi susu dihilangkan dalam konsep food combining,” ujarnya.

Hal itu karena susu merupakan bahan yang paling sulit dicerna tubuh manusia. Hal itu bisa mengakibatkan pembusukan makanan dalam tubuh.

Kemudian menurutnya ada kesalahan pola makan di masyarakat selama ini. Ia menjelaskan, tubuh manusia hanya butuh 20 persen karbohidrat dan 10 persen protein hewani. Sedangkan sisanya sebanyak 70 persen vitamin dan mineral dalam hal ini buah dan sayuran.

Pemateri Anung Nur Rachmi memberikan Sharing kepada Peserta Bincang Sehat Dengan Food Combining

“Selama ini kita lebih banyak konsumsi karbohidrat dan protein hewani bahkan berbarengan dibanding vitamin dan mineral,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, kesalahan lainnya adalah makan dan minum yang manis manis setelah makan.

“Hal itu merupakan kebiasaan yang salah, makanan dan minuman manis bisa membusukkan makanan yang baru dimakan dan diserap oleh tubuh,” jelas Anung.

Pola makan tersebut yang menimbulkan berbagai penyakit bagi manusia. Antara lain hipertensi, asam urat, kolesterol, dan diabetes bahkan kanker.

Untuk mengatasi hal itu, pola makan food combining mengatur pola makan keseharian. Dimulai dengan segelas air hangat yang diberi jeruk nipis atau lemon dipagi hari serta makan buah sampai jam 11.00 WIB.

Untuk menu siangnya protein hewan dikonsumsi dengan sayur dan tahu tempe tanpa nasi. Atau sebaliknya nasi (karbohidrat) dimakan bersama tempe, tahu, dan sayur. “Didalam prinsip Pola makan Food Combining antara karbohidrat dan hewani tidak boleh digabung sebab akan sulit dicerna sehingga menjadi sampah (junkfood) akibatnya memperberat kerja usus,” sebut Anung

Selanjutnya untuk sore hari dianjurkan untuk makan cemilan sehat berupa kacang kacangan atau alpukat sebagai sumber omega 3. Untuk malam hari, menu karbohidrat (nasi atau ubi) ditambah sayuran dan tahu tempe tanpa protein hewani.

“Konsep pola makan itu disusun berdasarkan pola kerja organ-organ tubub manusia, sehingga lebih efektif dan terbukti menyehatkan,” pungkasnya. (Ek/Jf)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg2)

Bom Waktu Limbah Medis Corona Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan...

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg1)

Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan kenormalan baru. Pasien...

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran (7/7). Puluhan...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di...

berita terkait lainnya