Tuesday, August 11, 2020

Kakam Korupsi Divonis 2,5 Tahun, Jaksa Langsung Banding

Most Read

Wabup Waykanan Positif Covid-19 Dirawat di RSBNH

Radartvnews.com- Wakil Bupati Waykanan Edward Antony yang dinyatakan positif covid-19 ini dibenarkan oleh juru bicara satuan tugas...

Dua Pejabat Tinggalkan Arinal

Radartvnews.com- Sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Lampung mengundurkan diri dari jabatannya. Ada dua pejabat yang...

Rekomendasi PDI Perjuangan Untuk Zaiful

Radartvnews.com- Peluang  Zaiful Bukhori Bupati Lampung Timur untuk mendapatkan perahu politik bertarung dalam  kontestansi pemilihan kepala daerah...

Edwar Antony Terpapar Covid-19, Riwayat Perjalan ke Jakarta

Radartvnews.com- Pasien positif covid-19 di Kabupaten Way Kanan kini bertambah setelah kurang lebih dua bulan pasien ke...

Gaji ke 13 Pemprov Lampung Terganjal Kemendagri

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) bersabar, pasalnya Pemprov Lampung belum bisa mencairkan gaji...

Diskes & BPBD Lamtim Terancam Vonis Mati

Radartvnews.com- Kejaksaan Agung turun ke Lampung Timur, jumat sore (7/8)/ tim  mendatangi  kantor Dinas  Kesehatan dan Dinas...

Radartvnews.com- Kepala kampung umpu bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu,  Kabupaten Way Kanan divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjung Karang selama 2,5 tahun penjara. Majelis hakim menyatakan terdakwa telah menilep dana desa hingga merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah.

Dalam amar putusan majelis hakim terdakwa Sumarwan terbukti bersalah dan dijerat pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 Undang – Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain dikenakan hukuman  badan terdakwa dikenakan denda Rp50.000.000 subsider dua bulan penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negera Rp121.000.000 dengan ketentuan denda tidak dibayar digantikan pidana kurungan badan selama 1 tahun.

Terdakwa Sumarwan melakukan korupsi dana desa tahun anggaran 2015 senilai Rp390.000.000 ia tidak melaksanakan penyaluran dana sesuai dengan rancangan anggaran pendapatan dan belanja kampung.

Setiap pencairan dana, terdakwa tidak melibatkan bendahara kampung dan menyimpan dana tesebut ke rekening pribadi hingga negara dirugikan Rp121.000.000.

Putusan majelis lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa selama 6 tahun  penjara, atas putusan itu jaksa langsung menyatakan banding.(lds/san)

berita pilihan

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Dua Pejabat Tinggalkan Arinal

Radartvnews.com- Sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Lampung mengundurkan diri dari jabatannya. Ada dua pejabat yang mengundurkan diri, setelah sebelumnya Direktur...

Tak Bayar HGB, Pemkot Eksekusi 3 Ruko

Radartvnews.com- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengeksekusi tiga ruko di jalan raden intan komplek pasar tengah, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, senin siang (10/8).

Rekomendasi PDI Perjuangan Untuk Zaiful

Radartvnews.com- Peluang  Zaiful Bukhori Bupati Lampung Timur untuk mendapatkan perahu politik bertarung dalam  kontestansi pemilihan kepala daerah desember 2020 semakin terbuka.

Gaji ke 13 Pemprov Lampung Terganjal Kemendagri

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) bersabar, pasalnya Pemprov Lampung belum bisa mencairkan gaji ke -13 senin (10/8/20) meski...

berita terkait lainnya