Thursday, August 6, 2020

Jamaah Tabligh Tuntut Pemkab Pesawaran

Most Read

Ngaku Dapat Perintah PBB, Warga Kotabumi Bakar Bendera

Radartvnews.com- Akun media sosial facebook yang bernama Maisy Van Den Hock mendadadak viralsetelah dirinya mengunggah video pembakaran...

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Tiga Pejabat dan Satu Kapolres Diganti

Radartvnews.com- Kapolri Jendral Idham Azis melakukan rotasi besar-besaran sejumlah Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, tiga diantaranya Pejabat...

Pergub New Normal Diterapkan, Masyarakat Harus Sadar

Radartvnews.com- Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 45 tahun 2020 tentang pedoman kehidupan baru atau new normal ditengah pandemi...

Pemprov Lampung Rolling 9 Pejabat

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rolling dan pelantikan pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah...

Empat Pejabat Eselon II Pemprov Lampung Turun Jabatan

Radartvnews.com- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan evaluasi terhadap jajaran pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung....

Radartvnews.com- Jamaah tabligh menuntut Pemerintah Kabupaten Pesawaran membersihkan nama jamaah tabligh karena sampai saat ini jamaah tabligh seakan-akan sebagai pembawa virus covid-19, pasca kejadian Saimun warga desa bogorejo kecamatan gedongtataan, Pesawaran yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Tanjung salah satu jemaah tabligh akbar menjelaskan, pihaknya menilai tim gugus tugas pemerintah Kabupaten Pesawaran tidak profesional dan terkesan rekayasa dalam menangani Saimun. Dimana tanggal 16 april 2020 lalu Saimun didatangi petugas kesehatan dengan APD lengkap untuk dilakukan rapid tes dengan dan dinyatakan positif terpapar covid-19 dan langsung dibawa ke RSUD Pesawaran. Padahal Saimun sudah tiga puluh hari menjalani isolasi mandiri tidak menimbulkan gejala apa-apa.

“Setelah tiga kali melakukan tes swab Saimun dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang kerumah, akibat peristiwa tersebut selain membuat jamaah tabligh dicap sebagai pembawa virus juga melumpuhkan aktifitas mereka seperti salat dimasjid tidak bisa dan barang dagangan tidak laku karena masyarakat takut,” kata Tanjung.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran membantah jika penanganan covid 19 terhadap Saimun rekayasa menurutnya pihaknya telah melakukan sesuai dengan SOP. Terkait permintaan jamaah agar Pemkab meminta maaf dirinya akan melaporkan terlebih dahulu kepada bupati.

“kalau memang ada kesalahan di kami kami siap minta maaf, masing-masing bekerja sesuai fungsi,” kata Harun Tridjoko.

Diketahui hearing antara jamaah tabligh dengan Dinas Kesehatan difasilitasi oleh Ketua DPRD Pesawaran atas permintaan masyarakat guna mencari kebenaran dan akar pesoalannya.(win/san)

berita pilihan

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Bentuk Tim Pemulihan Ekonomi, Kadin Lampung Bergerak

Radartvnews.com- Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Lampung membentuk tim pemulihan ekonomi yang diberi nama Team Food Estate dan Energy Kadin Lampung. Tim...

Target 10 Besar, Atlet Lampung Gelar Pelatda PON

Radartvnews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung kembali akan menggelar Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Gelaran...

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Lampung Mendekati 300

Radartvnews.com- Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Lampung hampir menembus angka 300. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga rabu 5 agustus 2020...

Pembakar Merah Putih Kerap Kibarkan Bendera Belanda

Radartvnews.com- Aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Man Astutiningtyas masih jadi perbincangan baik dijagat maya, maupun dilingkungan masyarakat. Informasi...

berita terkait lainnya