Friday, January 22, 2021

Jamaah Tabligh Tuntut Pemkab Pesawaran

Most Read

Sengketa Lahan di Lampung Tengah, 2 Tewas 1 Kritis

https://www.youtube.com/watch?v=8XtOwlYocao Radartvnews.com- Dua kelompok warga di Lampung Tengah telibat bentrok karena saling klaim kepemilikan lahan. Sejumlah warga kecamatan anak tuha, Lampung...

Banyak Celah Eva-Deddy Menang di MA

Radartvnews.com- Berkas gugatan keberatan atas putusan KPU Kota Bandarlampung yang mendiskualifikasi Paslon Nomor 3 Pilwakot Bandarlampung Eva Dwiana-Deddy Amarullah...

Polisi Periksa Kerabat dan Adik Korban, Ungkap Kasus Pembunuhan Dedi

Radartvnews.com- Jajaran Polres Tanggamus melakukan pemeriksa sepuluh saksi guna menggali keterangan terkait kasus pembunuhan Dedi alias Aceng 930) warga...

KPID – Radar Lampung TV Bahas Digitalisasi Penyiaran

Radartvnews.com - Mengawali program kerja kepengurusan di awal tahun 2021. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung menggelar roadshow ke...

Grand Opening Frozen Food Dibubarkan Polisi

Radartvnews.com- Karena tidak memiliki izin dan tidak menerapkan protokol kesehatan grand opening Adelia Frozen Food di Desa Negeri Sakti,...

KPU RI Panggil Empat Daerah PHP, KPU Bandar Lampung Beri Jawaban ke MA

Radartvnews.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memanggil empat daerah sengketa pilkada di Lampung dan seluruh KPU kabupaten/kota yang menghadapi...

Radartvnews.com- Jamaah tabligh menuntut Pemerintah Kabupaten Pesawaran membersihkan nama jamaah tabligh karena sampai saat ini jamaah tabligh seakan-akan sebagai pembawa virus covid-19, pasca kejadian Saimun warga desa bogorejo kecamatan gedongtataan, Pesawaran yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Tanjung salah satu jemaah tabligh akbar menjelaskan, pihaknya menilai tim gugus tugas pemerintah Kabupaten Pesawaran tidak profesional dan terkesan rekayasa dalam menangani Saimun. Dimana tanggal 16 april 2020 lalu Saimun didatangi petugas kesehatan dengan APD lengkap untuk dilakukan rapid tes dengan dan dinyatakan positif terpapar covid-19 dan langsung dibawa ke RSUD Pesawaran. Padahal Saimun sudah tiga puluh hari menjalani isolasi mandiri tidak menimbulkan gejala apa-apa.

“Setelah tiga kali melakukan tes swab Saimun dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang kerumah, akibat peristiwa tersebut selain membuat jamaah tabligh dicap sebagai pembawa virus juga melumpuhkan aktifitas mereka seperti salat dimasjid tidak bisa dan barang dagangan tidak laku karena masyarakat takut,” kata Tanjung.

Berita Lainnya  Grand Opening Frozen Food Dibubarkan Polisi

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran membantah jika penanganan covid 19 terhadap Saimun rekayasa menurutnya pihaknya telah melakukan sesuai dengan SOP. Terkait permintaan jamaah agar Pemkab meminta maaf dirinya akan melaporkan terlebih dahulu kepada bupati.

“kalau memang ada kesalahan di kami kami siap minta maaf, masing-masing bekerja sesuai fungsi,” kata Harun Tridjoko.

Diketahui hearing antara jamaah tabligh dengan Dinas Kesehatan difasilitasi oleh Ketua DPRD Pesawaran atas permintaan masyarakat guna mencari kebenaran dan akar pesoalannya.(win/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  Grand Opening Frozen Food Dibubarkan Polisi

BERITA TERKINI

Penetapan Bupati Terpilih, Adipati-Ali Rahman Siap Langsung Kerja

Radartvnews.com- Tanpa adanya gugatan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Way Kanan tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Way Kanan menetapkan pasangan Raden Adipati Surya–Ali...

berita terkait lainnya