Tuesday, August 11, 2020

Kongkalingkong Proyek RSUDAM, Tak Ada Rapat Komisi V Bohongi Publik

Most Read

Wabup Waykanan Positif Covid-19 Dirawat di RSBNH

Radartvnews.com- Wakil Bupati Waykanan Edward Antony yang dinyatakan positif covid-19 ini dibenarkan oleh juru bicara satuan tugas...

Pecat Sepihak 44 Satpam, Villa Citra Wajib Bayar Rp2,8 Miliar

Radartvnews.com- Perselisihan Hubungan Industrial antara PT. Citra Lestari Indah Perkasa (CLIP) dengan 44 satpam memasuki tahap baru.

Edwar Antony Terpapar Covid-19, Riwayat Perjalan ke Jakarta

Radartvnews.com- Pasien positif covid-19 di Kabupaten Way Kanan kini bertambah setelah kurang lebih dua bulan pasien ke...

Diskes & BPBD Lamtim Terancam Vonis Mati

Radartvnews.com- Kejaksaan Agung turun ke Lampung Timur, jumat sore (7/8)/ tim  mendatangi  kantor Dinas  Kesehatan dan Dinas...

Dua Pejabat Tinggalkan Arinal

Radartvnews.com- Sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Lampung mengundurkan diri dari jabatannya. Ada dua pejabat yang...

SDM Jadi Kendala Pengembangan Wisata di Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan empat belas juta kunjungan wisatawan ke lampung tahun 2020 untuk mewujudkan target...

Radartvnews.com- Komisi V DPRD Lampung hari selasa ini rencananya akan memanggil Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung (RSUDAM) untuk menjelaskan adanya dugaan kongkalikong proyek di RSUDAM senilai Rp28 miliar

Namun pemanggilan Direktur  RSUDAM bak pepesan kosong, rencana Komisi V DPRD Lampung ini batal tanpa kejelasan.

Pantauan Radar Lampung TV ruang komisi V sejak pagi hingga sore selasa 12 mei 2020 lengang, tak ada aktivitas rapat seperti yang digadang-gadang. Sementara Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon tak ada jawaban begitupun pesan whatsapp yang dikirim tak dibalas.

Berita Lainnya  Permenhub Belum Ada, Jalur Sepeda Untuk Parkir

Diketahuimedia di Lampung belakangan ramai membicarakan persoalan adanya dugaan kongkalikong proyek lelang pembangunan  gedung perawatan non bedah di RSUDAM senilai Rp28 miliar yang dimenangkan oleh PT Osa Putra Batom.

Diduga pihak RSUDAM dan perusahaan PT OPB melakukan kongkalikong sehingga memenangkan PT OPB dalam lelang tersebut. Tak hanya itu,  dugaan pengkondisian ini juga diduga melibatkan anggota Komisi V DPRD Lampung.

Namun, pada senin kemarin (11/5) Ketua Komisi V DPRD Lampung membantah hal tersebut dan menegaskan tak ada anggota Komisi V yang terlibat dalam dugaan kongkalikong tersebut.(lih/san

berita pilihan

Subscribe
Notify of
Comments
Inline Feedbacks
View all comments

berita terbaru

Berita Lainnya  Permenhub Belum Ada, Jalur Sepeda Untuk Parkir

Dua Pejabat Tinggalkan Arinal

Radartvnews.com- Sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Lampung mengundurkan diri dari jabatannya. Ada dua pejabat yang mengundurkan diri, setelah sebelumnya Direktur...

Tak Bayar HGB, Pemkot Eksekusi 3 Ruko

Radartvnews.com- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengeksekusi tiga ruko di jalan raden intan komplek pasar tengah, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, senin siang (10/8).

Rekomendasi PDI Perjuangan Untuk Zaiful

Radartvnews.com- Peluang  Zaiful Bukhori Bupati Lampung Timur untuk mendapatkan perahu politik bertarung dalam  kontestansi pemilihan kepala daerah desember 2020 semakin terbuka.

Gaji ke 13 Pemprov Lampung Terganjal Kemendagri

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) bersabar, pasalnya Pemprov Lampung belum bisa mencairkan gaji ke -13 senin (10/8/20) meski...

berita terkait lainnya