Thursday, July 9, 2020

Tolak RUU HIP, Massa Bakar Bendera PKI

Most Read

OTT ASN, Polda Lampung Sita Dokumen Dari Inspektorat Lampung Timur

Radartvnews.com- Empat angota  Subdit Tipikor Dirkrimsus Polda Lampung mendatangi Kantor Inspektorat Lampung Timur, senin sore (6/7). Dengan...

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan...

Honor Guru Rp 5,9 Miliar, Per bulan Terima Rp200.000

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung memberikan bantuan bagi guru honor murni...

ASN Inspektorat Peras Kades Program PTSL

Radartvnews.com- Polda Lampung membenarkan, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Timur 4 juli 2020. Dalam OTT...

(Video) Tersangka Dukun Cabul Gagahi 2 Gadis

radartvnews.com – Ada-ada saja ide tersangka basri 52 tahun warga pekon lansbaw, rtrw 11 kecamatan gisting, kabupaten tanggamus. Dengan bermodalkan...

Radartvnews.com- Aksi massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung, jumat siang (26/6) diwarnai dengan pembakaran bendera Partai Komunis Indonesia (PKI).

Aksi ini merupakan aksi menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila HIP) (RUU HIP) yang saat ini tengah dibahas oleh DPR RI.

Pembakaran bendera PKI sebagai simbol menolak paham komunis di Indonesia. aksi pembakaran bendera PKI merupakan rangkaian dalam aksi demo menolak RUUHIP. Aksi digelar di lapangan korpri kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung. Massa mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung menyampaikan aspirasi tuntutan masyarakat ke DPR RI.

Ustadz Royan Koordinator Aksi koordinator aksi menjelaskan, massa menolak RUU HIP yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI. Mereka menilai RUU HIP dapat menciderai masyarakat khususnya umat islam, tak hanya itu RUU HIP dinilai akan mengubah pancasila menjadi trisila dan ekasila.

“Kita ingin RUU HIP ditolak dan dibatalkan, karena kan mencederai umat islam kita juga menolak faham komunisme kalau tidak umat islam menjadi garda terdepan mejaga NKRI,” jelas Royan.

Sementara itu, aksi unjuk rasa ini mendapatkan tanggapan dari DPRD Provinsi Lampung. Perwakilan massa aksi diterima untuk beraudiensi, salah satu anggota DPRD Provinsi Lampung dari fraksi PKS Ade Utami Ibnu mengatakan bahwa aspirasi masyarakat ini telah diterima dan akan dibahas lebih lanjut oleh pimpinan DPRD Provinsi Lampung untuk selanjutnya aspirasi masyarakat tersebut diteruskan ke DPR RI.

“Aspirasi masyarakat ini telah diterima dan akan dibahas lebih lanjut lalu diteruskan ke DPR RI,” ujar Ade Utami Ibnu.

Aksi demo ini sendiri berlangsung dengan aman dan lancar dibawah pengawalan ketat pihak kepolisian dan Satpol PP.(lih/san)

berita pilihan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

berita terbaru

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg2)

Bom Waktu Limbah Medis Corona Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan...

Bom Waktu Limbah Corona (News Trending Seg1)

Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan kenormalan baru. Pasien...

Bupati Pesawaran Diminta Buka Tembok Penutup Jalan

Radartvnews.com- Berurai air mata, puluhan warga desa sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyambangi kantor Bupati Pesawaran (7/7). Puluhan...

Jerat Syahwat Petugas PPA, Pola Rekrutmen P2TP2A Bobrok

Radartvnews.com- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung selaku dinas yang menaungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di...

berita terkait lainnya