Saturday, October 24, 2020

Tolak RUU Omnibus Law, Pol PP dan Mahasiswa Ricuh

Most Read

Panah Ikan Warga Tewas Tenggelam di Way Rarem

Radartvnews.com- Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara dibantu warga berhasil menemukan jasad Wahtari (51) yang sebelumnya hilang...

Pabrik Singkong di Demo, Ketua DPRD Akan Pimpin Aksi

Radartvnews.com- Ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Petani Singkong Lampung Utara menggeruduk PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP), Rabu...

Sekolah Khusus Anak Autis Terbakar

Radartvnews.com- Sebuah bangunan sekolah khusus anak autis di Jalan Gatot Subroto, bandar Lampung Terbakar, jumat malam 23 oktober 2020. Api...

Awas! Ledakan Covid-19 di Libur Panjang

Radartvnews.com- Dinas Perhubungan Lampung akan melakukan  langkah antisipasi penyebaran covid-19 saat libur panjang dan juga bertepatan cuti bersama yang...

Musancab PDIP Lamteng, 10 Ranting Kembalikan SK & Mundur

Radartvnews.com- 10 dari 12 ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Seputih Mataram menyerahkan surat pengunduran diri yang...

SDM Hambat Pengembangan Wisata di Lampung

Radartvnews.com- Untuk memberikan informasi kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara tentang agenda pariwisata tahun 2020, Pemerintah Provinsi...

Radartvnews.com- Aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang Undang (RUU) omnibus law cipta kerja / yang digelar di gedung DPRD Lampung, kamis siang (16/7) berakhir ricuh. Terjadi aksi aksi saling dorong antara ratusan massa dengan petugas Satpol PP

Dilarangnya massa untuk memasuki halaman gedung DPRD menjadi pemicu kerusuhan. Dalam aksinya ini, ratusan massa yang tergabung dalam  gerakan buruh bersama rakyat (gebrak) Lampung / yang terdiri dari buruh petani serta mahasiswa menolak RUU Omnibus Law cipta kerja disahkan.

Kristina Tya Ayu Koordinator Aksi menjelaskan, massa menilai RUU Omnibus Law dinilai tak berpihak pada masyarakat khususnya buruh, petani, serta mahasiswa. Omnibus law juga akan berdampak pada kerusakan lingkungan. DPRD Provinsi Lampung diminta menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI.

Berita Lainnya  Awas! Ledakan Covid-19 di Libur Panjang

Setelah menunggu tiga jam, massa aksi akhirnya berhasil bertemu dengan perwakilan anggota DPRD Lampung. Yozi Rizal Ketua Komisi I DPRD Lampung menyatakan,

DPRD Lampung menyatakan bahwa aspirasi massa telah diterima dan telah disampaikan ke DPR RI. Sementara DPRD L hanya bisa menyampaikan aspirasi massa karena kebijakan kewenangan berada di ranah DPR RI.

Aksi unjuk rasa ini akhirnya berakhir dengan tertib dan lancar meski sebelumnya sempat terjadi kericuhan saling dorong antara massa dengan petugas.(lih/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  BEM Nusantara Soal UU Cipta kerja, Enggan Pembangkangan Sipil Pilih MK

BERITA TERKINI

Sekolah Khusus Anak Autis Terbakar

Radartvnews.com- Sebuah bangunan sekolah khusus anak autis di Jalan Gatot Subroto, bandar Lampung Terbakar, jumat malam 23 oktober 2020. Api dengan cepat menghabiskan seluruh bangunan...

berita terkait lainnya