Wednesday, October 21, 2020

Kian Terkikis Mangrove di Lampung Habis

Most Read

Istri Terpapar Covid-19, Kadishub Diisolasi dan Kantor Dishub Pesawaran Tutup 14 Hari

Radartvnews.com-Pemkab Pesawaran akan meliburkan aktifitas perkantoran di Dinas Perhubungan setempat selama 14 hari terhitung mulai senin 19 oktober 2020. Sekretaris...

Bapas Bandar Lampung Tangani 58 Anak Berhadapan Dengan Hukum

Radartvnews.com- Balai Pemasyarakatan Kelas II Bandar Lampung melaksanakan bimbingan pribadi konseling kepada napi Anak Berurusan Hukum (ABH). Melalui peran...

Bakat Pemain Esport Lampung Siap ke Nasional

Radartvnews.com- Tournament perdana yang di selenggarakan oleh XO Stars Coffee Bersama Navies berlangsung meriah dengan menggandeng Radar Lampung TV...

Daring Diperpanjang 3 Januari 2021

Radartvnews.com- Pemkot Bandar Lampung memperpanjang belajar di rumah hingga 3 januari 2021 mendatang. Surat Edaran Walikota Nomor 420 / 1263...

13 Terkonfirmasi Positif, Total Terpapar Corona di Lampung 1298

Radartvnews.com- Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Lampung kembali bertambah 13 orang pada Minggu (18/10/2020). Total terpapar covid-19 mencapai 1.298...

DPRD Lampung Utara dan Mahasiswa Sepakat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Radartvnews.com- Ratusan mahasiswa di Kabupaten Lampung Utara kembali melakukan aksi demo di kantor DPRD setempat (19/10). Mahasiswa yang tergabung dalam...

Radartvnews.com- Keberadaan mangrove di Provinsi Lampung kian musnah. Dari 1.105 kilometer persegi garis pantai, pohon mangrove yang tumbuh hanya 2.013 hektar, padahal idelanya dari jumlah garis pantai 30 persen harus di tumbuh pohon mangrove.

Magroove sebagai benteng terakhir menahan abrasi,  penyerapan karbon, menjaga ekosistem pesisir namun keberadanya tiap hari makin terkikis. Salah satu contoh pengerukan ekosistem mangrove yang diduga dilakukan PT Daratan Bahuga Permai di kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Meski telah ditutup mei 2020 namun nyatanya aktivitas pengerukan tetap berlanjut. Direktur Walhi Lampung Irfan mengatakan, kejadian di Bakauheni merupakan satu contoh aktivitas yang merusak ekosistem mangrove. Sebelumnya pulau Tegal Mas juga melakukan hal serupa bahkan KPK telah menutup lokasi tersebut.

Berita Lainnya  Bakat Pemain Esport Lampung Siap ke Nasional

Namun sayangnya pemerintah Provinsi Lampung justru memperbolehkan aktivitas di pulau tersebut bahkan turut mempromosikan.

Selain aktivitas penebangan mangrove yang patut menjadi pertanyaan publik yakni DPRD Provinsi Lampung akan merevisi Perda rencana zonasi wilayah pesisir dan Pulau Pulau kecil.  Padahal perda baru berjalan 2 tahun dan poin poin dalam perdagangan belum dijalankan oleh pemerintah Provinsi Lampung.

“Panjang garis pantai 1.105 kilometer, jadi luas mangrove 2  juta hektar tidak mendukung, kita juga pertanyakan DPRD apa landasan Perda mangrove masuk yang akan direvisi,” jelas Irfan.(sah/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  Satu Tahun Jokowi-Maruf, Utusan Lampung Siap Kepung Istana

BERITA TERKINI

Pelaku Ganjal ATM Ditangkap Warga

Radartvnews.com- Dalam video milik warga dua pelaku yakni Ikhwan Putra dan Najamuddin warga muara dua, Sumatera Selatan babak belur di hajar massa yang geram...

berita terkait lainnya