Tuesday, October 27, 2020

Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Salat Jenazah Untuk DPRD

Most Read

Reklame Menunggak Pajak di Pesawaran Ditertibkan

Radartvnews.com- Badan Pendapatan Daerah Pesawaran didampingi Satuan Polisi Pamong Praja melakukan operasi penertiban sejumlah reklame yang tidak membayar pajak...

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dihantam Minibus di Jalinsum

Radartvnews.com- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi, seorang pengedara sepeda motor tewas setelah terlibat kecelakaan di desa talang jerambah, Kecamatan...

Sekolah Khusus Anak Autis Terbakar

Radartvnews.com- Sebuah bangunan sekolah khusus anak autis di Jalan Gatot Subroto, bandar Lampung Terbakar, jumat malam 23 oktober 2020. Api...

Bingung Cara Hitung Siklus Haid? Coba Pakai Kalkulator Menstruasi

Bagi seorang wanita, menstruasi merupakan siklus bulanan yang biasa terjadi. Sehingga seringkali dianggap tak terlalu penting untuk dikenali lebih...

Korban Malpraktek, Kepala Puskesmas Way Kandis Akui Kesalahan Pemberian Obat

radartvnews.com -Terkait kasus dugaan kebutaan yang menimpa Elisia Santika, dimana diduga akibat salah pemberian obat , oleh petugas Apoteker...

Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit

Radartvnews.com- Warga Kotabumi Lampung Utara kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria muda bersimbah darah diperkebunan sawit jalan KS Tubun,...

Radartvnews.com- Sekitar 350 massa kembali turun ke jalan (9/10) sebagai bentuk kekecewaan kepada DPR RI yang telah mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja (5/10) dan dianggap sangat merugikan para buruh.

Dalam orasi dilakukan massa, Undang Undang Cipta Kerja memberikan gambaran jelas bahwa negara melalui pemerintah gagal dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan politik.

Perihal ini sejalan dengan kritik ekonomi Indonesia Dawam Raharjo  atas ekonomi modern yang nirkemanusiaan membuka lebar keran investasi global. Lalu mengendalikan Sumber Daya Alam dan manusia dengan dalih percepatan pembangunan.

Massa juga menyatakan sikap menolak keras pengesahan RUU Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi Undang-Undang, mendesak seluruh anggota fraksi DPR-RI dari dapil Lampung beserta jajaran memberikan klarifikasi alasan menyetujui RUU Cipta Kerja.

Berita Lainnya  OPS Zebra Krakatau Sisir Pinggir Kota Bandar Lampung

Namun, selama kurang dari 2 jam orasi tidak ada satu pun perwakilan  dewan yang menemui para pandemo. Atas kekecewaan itu sejumlah mahasiswa melakukan salat jenazah, pemeran jenazah ditutupi foto-foto para angggota DPR yang mengesahkan UU cipta kerja. Salat jenazah sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia dan matinya hati nurani pemerintah.

Usai melakukan salat jenazah sekira pukul 17 :30 WIB, massa membubarkan diri secara tertib.(lds/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Lainnya  Pengendara Sepeda Motor Tewas Dihantam Minibus di Jalinsum

BERITA TERKINI

Sidang Dijadwalkan 20 November 2020, Penusuk Syekh Ali Jaber Minta Maaf

Radartvnews.com- Tersangka penusukan Syech Ali Jaber, Alfin Andrian dilimpahkan  ke-Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Senin (26/10). Alfin mengaku sudah belajar salat dan menyampaikan permintaan maaf...

berita terkait lainnya