Friday, October 23, 2020

LBH Bandar Lampung Terima 50 Laporan Kekerasan Saat Demo Omnibus Law

Most Read

Panah Ikan Warga Tewas Tenggelam di Way Rarem

Radartvnews.com- Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara dibantu warga berhasil menemukan jasad Wahtari (51) yang sebelumnya hilang...

Velg Mobil Hilang, Warga Telukbetung Dipaksa Kencingi Al-Quran

Radartvnews.com- Dua warga Telukbetung Selatan, diperiksa Satreskrim Polresta Bandar Lampung (20/10) karena memaksa warga bersumpah dengan mengencingi dan membakar ...

Tukang Service Handphone Tewas Mengenaskan

Radartvnews.com-Tukang service handpone ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan didalam rumahnya di jalan Mayjen Sutioso, Kota Baru, Tanjung Karang Timur...

Gagal Aura Kasih, Muncikari Datangkan Vernita Syabilla

Radartvnews.com- Dua terdakwa mucikari prostitusi artis Meilianita Nur Azi warga Tambora, Jakarta Barat dan Maila Kaisa warga Pemalang, Jawa...

Pabrik Singkong di Demo, Ketua DPRD Akan Pimpin Aksi

Radartvnews.com- Ratusan massa yang tergabung dalam Persatuan Petani Singkong Lampung Utara menggeruduk PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP), Rabu...

Dihujat Pembodohan Publik, Chintya Candranaya Ditantang Kadispora

Radartvnews.com- Jagat media sosial akhir-akhir ini ramai setelah pesilat Lampung Chintya Candranaya (23) menuai kontroversi dan viral lantaran aksi...

Radartvnews.com– Aksi salah tangkap dan dugaan kekerasan oleh oknum polisi saat demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja pada 7-8 oktober lalu berbuntut panjang.

Korban melapor, karena bukan bagian dari peserta demo yang dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Lampung. Asep Nasrullah  salah satu korban menuturkan dirinya melangalami luka di bagian kepala dan harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Rajabasa Bandar Lampung.

Asep dianiaya oleh oknum polisi saat terjadi aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja asep melangalimI luka retak dibagian kepala.

Berita Lainnya  Pelaku Ganjal ATM Ditangkap Warga

“Kami melapor kepada LBH Kota Bandar Lampung untuk mendapat pendampingan hukum,” kata Asep Nasrullah.

Qodri Ubaidilah Tim Advokasi LBH Bandar Lampung menjelaskan, LBH Kota Bandar Lampung telah menerima 50 laporan kasus dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dilakukan oknum aparat kepolisian.

“Dari 50 laporan LBH Kota Bandar Lampung sudah menerima kuasa pendampingan dari empat orang warga,” ujar Qodri Ubaidilah.

LBH Kota Bandar Lampung meminta Kapolda Lampung untuk menindak tegas oknum aparat polisi yang terbukti melakukan aksi arogan.(rmd/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Lainnya  KPK Periksa Enam Saksi Kasus Mustafa

BERITA TERKINI

Korban Wabah di Gedong Tataan Diobati Gratis

Radartvnews.com- Setelah satu tahun terjangkit wabah gatal – gatal,  akhirnya Pemerintah Daerah Pesawaran menurunkan tim medis ke dusun sumbersari, desa Cipadang, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran...

berita terkait lainnya