Tuesday, October 27, 2020

Buku Menakar Demokrasi Dalam Pandemi di Launching

Most Read

Reklame Menunggak Pajak di Pesawaran Ditertibkan

Radartvnews.com- Badan Pendapatan Daerah Pesawaran didampingi Satuan Polisi Pamong Praja melakukan operasi penertiban sejumlah reklame yang tidak membayar pajak...

Korban Malpraktek, Kepala Puskesmas Way Kandis Akui Kesalahan Pemberian Obat

radartvnews.com -Terkait kasus dugaan kebutaan yang menimpa Elisia Santika, dimana diduga akibat salah pemberian obat , oleh petugas Apoteker...

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dihantam Minibus di Jalinsum

Radartvnews.com- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi, seorang pengedara sepeda motor tewas setelah terlibat kecelakaan di desa talang jerambah, Kecamatan...

Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit

Radartvnews.com- Warga Kotabumi Lampung Utara kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria muda bersimbah darah diperkebunan sawit jalan KS Tubun,...

Bingung Cara Hitung Siklus Haid? Coba Pakai Kalkulator Menstruasi

Bagi seorang wanita, menstruasi merupakan siklus bulanan yang biasa terjadi. Sehingga seringkali dianggap tak terlalu penting untuk dikenali lebih...

Sidang Korupsi Alkes Dinkes Provinsi Lampung.

radartvnews.com - Pernyataan penahanan direktur PT. Aji Agung Langgeng Abadi ,  Ardi Priyanto Pangestu   satu dari empat tersangka yang  perkaranya   sedang disidangkan dipengadilan Tipikor...

Radartvnews.com- Mantan Bupati Lampung Selatan Wendy Melfa meluncurkan Buku Menakar Demokrasi Dalam Pandemi, Selasa pagi 13 oktober 2020.

Buku yang dibuat saat masa pedemi ini, hasil penelitian serta pemikiran dirinya dalam menakar pilkada serentak yang dilaksanakan pemerintah saat wabah covid 19 sebagai sejarah.

Peluncuran buku dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan sejumlah tokoh di Provinsi Lampung juga dilakukan dialog bersama untuk membedah isi buku yang dibuat sejak bulan Juli 2020.

Wendy Melfa menjelaskan Pilkada 2020 akan menjadi Pemilihan Umum (Pemilu) yang sangat penting sekaligus menjadi catatan sejarah karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Meski regulasinya tidak ada yang berubah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 masih dipakai. Serta peraturan KPU juga masih dipakai,  namun pemerintah menambahkan peraturan KPU baru sesuai dengan situasi pandemi dan mengutamakan protokol kesehatan.

“Pemilu yang sangat penting sekaligus menjadi catatan sejarah karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, Meski regulasinya tidak ada yang berubah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 masih dipakai. Serta peraturan KPU juga masih dipakai,” jelas Wendy Melfa.

Berita Lainnya  588 Personil Diterjunkan Dalam Ops Zebra Krakatau

Menyikapi peluncuran buku ini Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut baik apa yang dilakukan Wendy Melfa, buku ini sebagai bentuk keberanian dirinya karna kalau tidak berani menyuarakan apa yang dirasa kapan kita merasakan merdeka. “Saya sampaikan apresiasi, karena ini bentuk keberanian kalau tidak berani menyuarakan apa yang dirasa kapan kita merasakan merdeka,” jelas Arinal Djunaidi.

Buku ini merupakan apa yang terjadi saat inj dimana Pilkada serentak tahun 2020 akan menjadi wajah demokrasi lokal yang sangat penting dalam sejarah Pemilu di Indonesia. Meski tahapannya sempat tertunda  melaiui Perppu 2/2020 yang selanjutnya menjadi UU 6/2020 tahapannya dilanjutkan. Tetapi terdapat beberapa perubahan dan atau penambahan regulasi untuk mengikuti ketentuan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.(rmd/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  588 Personil Diterjunkan Dalam Ops Zebra Krakatau

BERITA TERKINI

Sidang Dijadwalkan 20 November 2020, Penusuk Syekh Ali Jaber Minta Maaf

Radartvnews.com- Tersangka penusukan Syech Ali Jaber, Alfin Andrian dilimpahkan  ke-Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Senin (26/10). Alfin mengaku sudah belajar salat dan menyampaikan permintaan maaf...

berita terkait lainnya