Tuesday, October 27, 2020

Tolak Omnibus Law, Ini 8 Poin Keberatan Buruh Lampung

Most Read

Reklame Menunggak Pajak di Pesawaran Ditertibkan

Radartvnews.com- Badan Pendapatan Daerah Pesawaran didampingi Satuan Polisi Pamong Praja melakukan operasi penertiban sejumlah reklame yang tidak membayar pajak...

Korban Malpraktek, Kepala Puskesmas Way Kandis Akui Kesalahan Pemberian Obat

radartvnews.com -Terkait kasus dugaan kebutaan yang menimpa Elisia Santika, dimana diduga akibat salah pemberian obat , oleh petugas Apoteker...

Pengendara Sepeda Motor Tewas Dihantam Minibus di Jalinsum

Radartvnews.com- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi, seorang pengedara sepeda motor tewas setelah terlibat kecelakaan di desa talang jerambah, Kecamatan...

Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit

Radartvnews.com- Warga Kotabumi Lampung Utara kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria muda bersimbah darah diperkebunan sawit jalan KS Tubun,...

Bingung Cara Hitung Siklus Haid? Coba Pakai Kalkulator Menstruasi

Bagi seorang wanita, menstruasi merupakan siklus bulanan yang biasa terjadi. Sehingga seringkali dianggap tak terlalu penting untuk dikenali lebih...

Sidang Korupsi Alkes Dinkes Provinsi Lampung.

radartvnews.com - Pernyataan penahanan direktur PT. Aji Agung Langgeng Abadi ,  Ardi Priyanto Pangestu   satu dari empat tersangka yang  perkaranya   sedang disidangkan dipengadilan Tipikor...

Radartvnews.com– Ratusan orang yang tergabung dari berbagai buruh di Lampung menggelar unjuk rasa dikantor Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, 14 oktober 2020.  Aksi massa yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja diterima Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim untuk audiensi di ruang abung Provinsi Lampung.

Sebelum diterima audiensi, para perwakilan buruh ini dilakukan pemeriksaan petugas gabungan guna mengantisipasi adanya barang yang berbahaya dibawa perwakilan buruh.

Selian Chusnunia Chalim perwakilan buruh diterima Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto dan Assisten Pemerintahan dan Kesrah Sekretaris Irwan Marpaung.

Perwakilan buruh menyampaikan keberatan beberapa poin terkait Undang Cipta Kerja yaitu:

8 Poin Penolakan Buruh

  1. Proses penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja yang tidak transparan.

2.Undang-Undang Cipta kerja lebih rendah dari Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

  1. Undang-Undang Cipta Kerja bersifat diskriminatif.
  2. Undang-Undang Cipta Kerja tidak mencerminkan prinsip keadilan.
  3. Undang-Undang Cipta Kerja menghapus perlindungan hak hak normative.
  4. Undang-Undang Cipta Kerja memberangus kebebasan berserikat.
  5. Undang-Undang Cipta Kerja melegalkan pemutusan hubungan kerja atau phk sebagai hak penguasa sehingga terjadi rawan PHK legalisasi PHK mutlak.
  6. Tidak ada kepastian factor pengali kenaikan UMP, UMK karena dapat ditentukan antara pertumbuhan ekonomi atau inflasi.
Berita Lainnya  OPS Zebra Krakatau Sisir Pinggir Kota Bandar Lampung

Chusnunia Chalim mengatakan  isu-isu UU Cipta Kerja akan ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan bersama stakholder terkait mulai Forkompimda, kaum buruh hingga perwakilan  pengusaha dimana tujuan dari UU Cipta Kerja ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja.

Selain memberikan kemudahan berusaha mulai dari mendapatkan perizinan kemudahan UMKM dalam mendapatkan legalitas usaha berbadan hukum dan manajemen operasional.

Upah minimum dan uang pesangon tetap ada tidak ada perubahan sistem penetapan upah. Upah bisa dihitung berdasarkan satuan waktu atau hasil hak cuti tetap ada, status karyawan masih ada, perusahaan tidak bisa PHK secara sepihak, jaminan  sosial tetap ada, bahkan tambahan yang selama ini belum pernah ada seperti jaminan kehilangan pekerjaan.

Para buruh diminta tetap menjaga kondusifitas dalam menyampaikan aspirasi,  aksi unjuk rasa ditengah terik matahari ini berjalan kondusif.(lds/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Berita Lainnya  OPS Zebra Krakatau Sisir Pinggir Kota Bandar Lampung

BERITA TERKINI

Sidang Dijadwalkan 20 November 2020, Penusuk Syekh Ali Jaber Minta Maaf

Radartvnews.com- Tersangka penusukan Syech Ali Jaber, Alfin Andrian dilimpahkan  ke-Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Senin (26/10). Alfin mengaku sudah belajar salat dan menyampaikan permintaan maaf...

berita terkait lainnya