Monday, November 23, 2020

BEM Nusantara Soal UU Cipta kerja, Enggan Pembangkangan Sipil Pilih MK

Most Read

Nanang Terima Proyek Rp 10 Miliar

radartvnews.com- Sidang lanjutan fee proyek infrastruktur Lampung Selatan dengan terdakwa Bupati Nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan  menghadirkan sejumlah saksi. Terungkap...

Pidato Prabowo Subianto Menuju Indonesia Menang

radartvnews.com- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan visi dan misi nya di depan ribuan relawan dan simpatisan...

Lampung Gempa, Anak Krakatau Menyusut

radartvnews.com- Gempa bumi tektonik berkekuatan 3.5 SR yang terletak dikoordinat 5.36 ls dan 104.10 BT tepatnya di darat pada...

Pesta Narkoba Mesuji, Polwan Jabat Kanit Narkoba Dicopot

Radartvnews.com- Ulah Aipda DA anggota Polres Mesuji ini menambah citra buruk kepolisian. Bukannya memberi contoh baik, polisi wanita yang...

Rakata Kelurakan Survey Pilkada Lampung Selatan Dan Pesisir Barat

Jelang Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020, Rakata Institute merilis hasil survei 2 Kabupaten dari 8 Kabupaten yang siap...

Survey LRC Nasir–Naldi Ungguli Dendi-Marzuki di 7 Kecamatan

Radartvnews.com- Elektabilitas calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 1 M.Nasir - Naldi Rinara mengungguli pasangan nomor urut...

Radartvnews.com- Konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Nusantara  se -Sumatera  yang berlangsung di Bandar Lampung (21/10) menghasilkan beberapa poin penting  salah satunya mengawal pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law apabila ada pasal yang tidak pro terhadap rakyat.

Sikap ini berseberangan dengan kalangan intelektual lain yang  menuntut pembangkangan sipil, sebab meragukan independensi Mahkamah Konstitusi.

Konsolidasi BEM Nusantra juga  diikuti BEM se-Indonesia menghasilkan enam point pandangan terkait kondisi yang tengah terjadi di Indonesia.

Adapun hasil konsolidasi tersebut diantaranya,  BEM Nusantara akan selalu mengedepankan diskusi kajian intelektual serta berdialog dalam menyikapi segala hal yang terjadi.

Selain itu,  para mahasiwa  juga  sepakat akan mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi jika dalam Undang-Undang Omnibus Law ditemukan poin yang tidak pro rakyat.

Berita Lainnya  BMKG Warning Air Rob 1,6 Meter di Pesisir Lampung

Menurut  koordinator BEM Nusantara Sumatera Utara  Rido Alamsyah  menyatakan hasil konsolidasi itu  akan dilaporkan dalam pertemuan selanjutnya di Surabaya pada desember 2020 mendatang.

BEM Nusantara juga  mengajak pelajar serta mahasiswa lainnya untuk tidak mudah terprovokasi  dan selalu menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

“BEM Nusantara mempererat silaturahmi, konsolidasi digelar dengan latar belakang menyikapi problematika  kebangsaan dengan cara lebih mengedepankan diskusi kajian intelektual dialog  serta menjunjung tinggi nilai etika dan moral,” ujar Rido Alamsyah.(rmd/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Lainnya  Gagal Hasil, Kebun Agroiwisata Unila Dibongkar

BERITA TERKINI

Didugat Berita Asusila, Jurnalis di Metro Aksi

Radartvnews.com- Puluhan wartawan dari berbagai organsasi di Provinsi Lampung menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri Metro (13/11). Unjuk rasa dilakukan setelah salah satu jurnalis media...

berita terkait lainnya