Tangkal Radikalisme dengan Agama dan Pancasila

  • Share
sosialisasi pencegahan kekerasan yang mengarah pada terorisme bagi generasi muda yang diselenggarakan pada Kamis 24 Maret 2022 di Ballroom Hotel Horison Lampung.

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) mengadakan sosialisasi pencegahan kekerasan yang mengarah pada terorisme  bagi generasi muda yang diselenggarakan pada Kamis 24 Maret 2022 di Ballroom Hotel Horison Lampung.

Acara dilaksanakan dalam meningkatkan generasi muda guna menangkal paham radikalisme yang merupakan embrio daripada terorisme.

Di era digital dan teknologi & informasi dihadapi dengan ancaman-ancaman masuknya ideologi asing memasuki kehidupan bangsa melalui media informasi atau media sosialyang sangat mudah dijangkau oleh generasi muda.

Di era inipun tidak ada lagi sekat ataupun batas-batas ruang dan waktu  untuk dapat menjangkau belahan dunia manapun. Hal ini mengakibatkan khususnya generasi muda melupakan ideologi asli bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

Banyaknya ideologi asing yang masuk ke Indonesia khususnya ada ideologi komunis, radikalisme, sekularisme, komsumerisme, liberalisme dan sejenisnya yang harus diwaspadai. Saat ini pun sedang menghadapi fenomena munculnya ekosufisme sosial ditengah masyarakat yaitu ada rasa paling hebat, paling benar, paling tinggi statusnya daripada masyarakat lainnya.

“Tergantung niat dan tujuan pemanfaatan media itu hasilnya baik jika digunakan untuk yang baik begitupun sebaliknya,” jelas Ardiansyah Kabid Media, Hukum FKPT Lampung.

Bahaya media di era ini dikarenakan banyak sekali orang meskipun tanpa keluar rumah ataupun tanpa bertemu secara langsung  bisa masuk virus radikalisme dengan pemahaman media sosial yang saat ini sudah massif.

Abdul Qodir Zaelani, S.H.I., M.A. yaitu pengurus MUI Lampung, menjelaskan kiat-kiat untuk menghindari masyarakat terjerumus di radikalisme, pemahaman keagamaan yang benar menjadi hal pertama untuk mengindari hal ini.

“Karena adanya pemahaman agama yang menyimbang  yang membuat masyarakat terjerumus di radikalisme lalu harus mempunyai cinta dan semangat tanah air. Kemudian membangun bangsa jangan sampai mudah termakan hoaks dan kebencian. Serta ada rasa menghargai keberagaman dan tidak boleh menyakiti sesame,” jelasnya. (cr3/san)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.