Ikut Abu Roban dan Santoso Jadi Spesialis Rampok Bank

  • Share

BANDARLAMPUNG- Raut wajah keceriaan terpancar dari Edi Santoso (48) saat kembali ke rumahnya di kawasan Panjang Kota Bandar Lampung.

Bagaimana tidak, setelah 10 tahun Edi Santoso tidak berkumpul dan merasakan bulan suci ramadan bersama keluarganya karena terlibat dalam kelompok radikal.

Edi menceritakan pengalamannya saat masih tergabung dalam organisasi Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Besutan pentolan teroris Abu Roban yang tewas ditembak petugas Densus 88 Mabes Polri saat akan dilakukan penangkapan pada pertengahan tahun 2013 silam.

Setelah pemimpin kelompoknya tewas, Edi berhasil melarikan diri dan bergabung dengan organisasi MIT yang dipimpin Abu Wardah alias Santoso yang juga tewas di wilayah Poso.

Saat bergabung, Edi bersama kelompoknya kerap melakukan serangkaian aksi teror yang meresahkan masyarakat.

Aksi teror yang dilakukan Edi bersama kelompoknya yakni merampok uang di sejumlah bank. Salah satunya di bank milik pemerintah di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Dalam aksi perampokan itu kelompok edi berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

Edi Santoso  ditangkap petugas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri setelah tiga tahun terlibat dengan kelompok teroris atau tepatnya pada bulan Februari 2016 lalu di kediamannya di Kecamatan Panjang Kota Bandarlampung.

Edi kemudian divonis pengadilan dengan menjatuhkan hukuman selama 10 tahun penjara.

Edi Santoso mengaku menyesal pernah terlibat dalam organisasi kelompok terlarang yang kerap melakukan serangkaian aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia.

Namun kini dirinya merasa seperti terlahir kembali dengan meninggalkan masa lalunya yang begitu kelam.(lds/san)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.