Siswi SMPN 8 Bandar Lamung Tewas Ditabrak Kereta Babaranjang, Ini Penyebabnya!

  • Share
EVAKUASI : Proses evakuasi jasad siswi SMP Negeri 8 Bandar Lampung yang tewas ditabrak kereta api. (Foto Rendy Mahardika)

BANDARLAMPUNG : Seorang siswi SMP Negeri 8 Bandar Lampung tewas ditabrak kereta api babaranjang, di perlintasan kereta api sebidang Jalan Untung Suropati, atau tak jauh dari Stasiun Kereta Labuhan Ratu.

Sejumlah orang bersaksi. Awalnya, korban bersama dua rekanya pulang sekolah.

Tiba di lokasi kejadian, korban menerobos palang perlintasan yang sudah tertutup karena kereta hendak melintas.

Korban terus berjalan, tak menghiraukan panggilan rekan dan kerasnya suara klakson kereta. Sayang korban sama sekali tak mendengar, lantaran asik sedang menggunakan headseat.

Suasana perlintasan sebidang kereta api di Jalan Untung Suropati tak jauh dari Stasiun Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada Selasa 19 Juli 2022, pukul 12.50 siang, berbeda dari biasanya.

Meski kereta sudah berlalu, masih saja terjadi kemacetan panjang di sana. Rupanya para pengguna jalan dan warga sekitar tengah melakukan evakuasi dan melihat prosesnya, atas jasad seorang perempuan yang tewas, sesaat ditabrak kereta api.

SF, siswa SMPN 8 Bandar Lampung tewas usai ditabrak kereta batu bara rangkaian panjang atau babaranjang, melaju dari arah Sumatera Selatan tujuan Stasiun Tarahan, Bandar Lampung.

Insiden kecelakaan ini sangat tragis. Karena disaksikan langsung oleh rekan dan puluhan pengguna jalan yang saat itu tengah menanti kereta melintas.

Sejumlah saksi menuturkan, korban baru saja pulang dari sekolah, bersama dua rekannya. Rumah korban yang tinggal bersama sang nenek itu berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Kondisi palang perlintasan sudah tertutup. Semboyan tanda jalur aman sudah diberikan kepada kereta yang hendak melintas.

Nahas, korban yang merasa kereta masih jauh menerobos palang pintu. Terikan dari rekan, pengendara kendaraan, dan nyaring suara klakson tak terdengar.

Suara klakson kereta api yang melebihi klakson truk dan bus tak direspon. Sejumlah saksi mata menyatakan, korban saat itu tengah menggunakan headseat, entah apa yang didengar dan berapa kencang volume audionya.

Vita, pemilik warung tak jauh dari lokasi menjadi saksi mata. Dia mengatakan korban tetap menerobos palang perlintasan meski sudah tertutup.

”Korban sepertinya tak mendengar teriakan teman dan pengendara kendaraan, yang mencoba mencegahnya,” tutur Vita.

Sejumlah APH dibantu warga melakukan evakuasi jasad korban, menggunakan ambulan. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung. (REN)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.