Scroll untuk membaca artikel
Lampung SelatanPeristiwa

Dorong Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

0
×

Dorong Pemerintah Selesaikan Konflik Agraria

Share this article
doc. Radar TV Lampung

LAMPUNG SELATAN – Tim Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) menyelenggarakan pendidikan kader reforma agrarian, PKRA untuk generasi muda agraria calon tim Lokasi Prioritas Reforma Agrarian (LPRA) nasional. Acara berskala nasional itu di pusatkan di Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Pendidikan kader itu rencananya berlangsung selama 10 hari, mulai 25 Juli hingga 4 Agustus 2022, pelaksanaan kegiatannya  dilakukan tiga hari inclass dan tujuh hari out class. Diikuti para generasi muda dari berbagai provinsi di tanah air.

Tujuan kegiatan ini memberikan pendidikan reforma agrarian, berdasarkan definisi, nilai-nilai dan prinsip. Meningkatkan kapasitas pemetaan partisipatif kader-kader organisasi Kpa dan memahami pemetaan partisipatif dalam gerakan reforma agrarian sebagai alat konsolidasi organisasi dan advokasi LPRA.

Peserta pendidikan merupakan kader-kader muda anggota Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Di ikuti 23 organisasi yang berasal dari 16 provinsi, yakni provinsi Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan,  Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Provinsi Bali. Kemudian Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

Baca Juga :   Mengapa Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis Hakim Lebih Tinggi Kepada Terdakwa Korupsi Retribusi Sampah?

Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) merupakan wadah pendidikan dan kaderisasi bagi aktivis gerakan reforma agrarian serta kader-kader muda Konsorsium Pembaruan Agrarian (KPA).

Sedangkan LPRA adalah konsep tanding kpa dalam mengkritisi dan meluruskan program tanah objek reforma agraria atau tora yang selama bersifat top-down tidak partisipatif salah sasaran dan sering ditunggangi penumpang gelap.

Pada pembukaan kegiatan pendidikan kader tersebut, dihadiri langsung sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika, Dewan Nasional KPA Dede Seineba, perwakilan Kanwil BPN Lampung, perwakilan camat sragi, perwakilan camat ketapang, kapolsek Sragi. Danramil Sragi 7 kepala desa yang masuk LPRA, masyarakat dan peserta pendidikan dari 16 Provinsi.

Baca Juga :   Todong Korban Pakai Pistol, Geng Lampung Babak Belur Di Tangan Warga Jakbar

Ketua formaster Lampung Selatan, Suyatno  menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada KPA pusat atas kepercayaannya kepada formaster Lampung sebagai tuan rumah pendidikan kader reforma agraria skala nasional.

Suyatno juga mengatakan dengan adanya kegiatan pendidikan ini akan semakin menguatkan perjuangan rakyat melalui peningkatan kualitas kader.

Diwilayah register Satu Way Pisang ini ada tujuh desa yang masuk dalam lokasi prioritas reforma agrarian, LPRA sejak tahun 2021. Sehingga bisa mempercepat proses pengumpulan datanya melalui pemetaan partisipatif. Apalagi saat ini formaster juga masuk dalam anggota tim pelaksana harian gugus tugas reforma agraria GTRA Provinsi Lampung.

Sementara itu, Sekretaris Jendral KPA, Dewi Kartika mengatakan perjuangan reforma agraria semakin berat ke depannya.

Dewi kartika menjelaskan, KPA melalui aras ingin mencetak kader-kader muda yang langsung berasal dari organisasi rakyat anggota KPA untuk meneruskan perjuangan hak atas tanah dan reforma agrarian. Kader-kader yang mengikuti pendidikan ini nantinya akan disiapkan sebagai tim LPRA nasional.

Baca Juga :   Massa Geruduk DPRD, Warga Tuntut Status SHM Register I Way Pisang

Dewi kartika juga meminta pemerintah sesuai janji politik Presiden Jokowi, 50 persen dari penyelesain konflik agraria yang berahir pada tahun 2021. Namun karena masih ada periode pemerintahan seharusnya dioptimalkan sampai pada tahun 2024.

Sementara itu Direktur Lokataru, Iwan Nurdin mengatakan pemerintah seharusnya ada upaya khusus pada daerah lokasi prioritas reforma agraria untuk melakukan pengeluaran dari kawasan hutan, sehingga dapat dimiliki oleh masyarakat dan pemerintah memeberikan kepastian hukum sehingga tidak terjebak dalam mafia tanah.

Diharapkan, dengan adanya kader-kader muda yang mempunyai ideology memahami esensi perjuangan serta militansi yang tinggi akan semakin memperbesar perjuangan KPA dalam memperjuangkan reforma agraria sejati.(adv)