Pengusaha Lampung Gandeng Investor Korea Bangun Pabrik Kendaraan Listrik  

  • Share
GAET INVESTOR : Penandatangan nota kesepahaman antara Ginta Wiryasenjaya mewakili PT Padusiku Ratna Utama dan Mr Jin Sang Kim CEO dari HMG Ltd Co, disaksikan Mr Lee Han Ju perwakilan dari Kota Metropolitan Daegu Korea Selatan, dilakukan Sabtu 30 Juli 2022, di Jakarta.  (Foto Ist)

BANDARLAMPUNG : Melalui sebuah proses negosiasi dan lobi panjang. Seorang pengusaha Lampung mampu meyakinkan investor asal Korea Selatan untuk berusaha di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Kepastian ini, menyusul penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Ginta Wiryasenjaya mewakili PT Padusiku Ratna Utama dan Mr Jin Sang Kim CEO dari HMG Ltd Co, disaksikan Mr Lee Han Ju perwakilan dari Kota Metropolitan Daegu Korea Selatan, dilakukan Sabtu 30 Juli 2022, di Jakarta.

”Alhamdulillah telah ditandatangani MoU untuk pembangunan Kawasan Industri dan pembangunan pabrik kendaraan listrik di Lampung,” ujar Ginta Wiryasenjaya melalui sambungan telepon kepada Radar Lampung TV, Rabu 4 Agustus 2022.

Tahapan berikutnya dalam waktu dekat ini adalah kunjungan ke Korea Selatan. Nantinya akan turut serta Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Tengah. Pemerintah daerah, menurutnya memiliki peran sangat penting untuk bersama sama melancarkan investasi asing.

”Total investasi pembangunan pabrik kendaraan listrik mencapai 1,9 trilian rupiah,” jelasnya.

Dari usulan, alokasi anggaran investasi itu dibutuhkan untuk pembelian lahan sekitar 200 hektar, pembangunan gedung dan pabrik kendaraan listrik.

”Rencana pembangunan dimulai bulan Februari 2023,”  beber pengusaha berdarah Minang itu.

Melalui kajian mendalam,  lokasi pabrik sudah ditetapkan berada di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurutnya pemilihan lokasi karena ragam keuntungan. Provinsi Lampung dipilih karena letak yang strategis sudah terintegerasi jalan tol dan relativ sangat dekat dengan Jakarta sebagai pusat bisnis.

Kemudian ketersediaan tenaga kerja lokal. Rencananya pabrik kendaraan listrik ini akan menyedot sekitar 7 ribu tenaga kerja.

”Faktor lainnya yang haris dicatat adalah harga lahan yang relativ murah, banyak tenaga kerja yang terserap, dan UMR (upah minimum regional) yang bersaing,” paparnya.

Pihaknya juga sangat mengharapkan dukungan semua pihak agar investasi ini mampu berjalan sesuai dengan harapan. Antara lain, kemudaan perizinan seperti jargon Presiden Joko Widodo.

”Banyak sekali keuntungan jika investasi ini terealisasi. Termasuk pembebasan penggunaan nama lokal sebagai merek kendaraan,” pungkasnya. (TIM)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.