Scroll untuk membaca artikel
Hukum dan Kriminal

Orang Tua Balita Tewas Ditabrak Anggota DPRD Lampung Buka Pintu Damai

×

Orang Tua Balita Tewas Ditabrak Anggota DPRD Lampung Buka Pintu Damai

Share this article
DAMAI : Muhammad Syarifuddin (kemeja putih) usai menjalani pemeriksaan di Polresta Bandarlampung. (Foto Satrio O Wijoyo)

BANDARLAMPUNG : Orang tua bocah perempuan korban tewas ditabrak mobil anggota DPRD Lampung membuka pintu damai. Bahkan, Muhammad Syarifudin mengaku sudah mengikhlaskan kepergian putri semata wayangnya, Muli Aisyah Inara untuk selama-lamanya.

Penegasan ini disampaikan Syarifudin usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bandarlampung, Jumat 4 Agustus 2023, petang.

Wajah ayah korban masih menunjukan raut kesedihan bercampur lelah. Dengan didampingi kerabatnya, pria berbadan gempal itu mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku, dan peci hitam.

Baca Juga :   Berselisih dengan Kelompok Remaja, Bacaleg Sekaligus Ketua Gerindra Pesawaran Lepas Tembakan  

Ketika wartawan mencoba mengkonfirmasinya, Syarifudin dan keluarga besarnya mengaku sudah mengkhilaskan kepergian Aisyah. “Demi Allah saya sudah ikhlas, anak saya sudah diambil Allah,” ungkap Syarifudin

Bahkan dirinya mengaku sudah membicarakan proses perdamaian dengan sang anggota DPRD Lampung itu. Dirinuya menutup pintu tuntutan secara hukum. “Enggak ada tuntutan, saya sudah ikhlas karena Allah ta’ala,” ucap pria ini sambil berjalan.

Proses perdamaian diawali dengan mediasi pamong, mempertemukan pelaku penabrakan keluarga besar korban. Seorang kerabat Syarifuddin mengatakan semua masalah sudah selesai. “Sudah ketemu pelaku dan sudah selesai semua,” ujar salah satu kerabat korban.

Baca Juga :   Mahasiswa PTS Di Bandarlampung Ngaku Jadi Korban Begal, Padahal Kalah Judi Slot

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Kasatlantas Polresta Bandarlampung terkait kelanjutan kasus ini.

Hukum Tidak Sengaja Menabrak Orang

Untuk diketahui, pelaku atau sopir yang menabrak orang hingga korban meninggal dunia merupakan delik umum dan bukan delik aduan. Meski keluarga korban membuka perdamaian, kasus harus tetap berjalan atau diproses.