Saturday, February 22, 2020

Asing Mewabah, Buruh Kian ’’Terjajah’’

Must Read

12.807 Peserta CPNS Pemrov Lampung Gagal SKD

Radartvnews.com- Seleksi Sistem Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mendaftar diinstansi Pemerintah Provinsi Lampung selesai...

Besok Jilid I Diumumkan, Rekomendasi Lima Paslon PDIP Mencuat

Radartvnews.com- PDI Perjuangan akan mengumumkan 48 pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah gelombang 1 di Pilkada...

Penuding Penculik Tak Gentar Dipolisikan

Radartvnews.com- Gita Mandasari (35) warga jalan dasamuko, gang ikhlas, Tanjung Karangtimur, Bandar Lampung sosoknya menjadi viral setelah aksinya mengejar Irawati...

KPPU Intai Dua Kartel Lampung

Radartvnews.com- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah II Lampung terus fokus melakukan pengawasan terhadap persaingan usaha...

Bukan Nasir, DPC Bakal Lawan DPP PDI Perjuangan

Radartvnews.com- Meski Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan belum mengumumkan rekomendasi calon bupati untuk Kabupaten Pesawaran. Namun, sebelas Pengurus...

radartvnews.com- Aksi ratusan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung ( PPRL ) diawali dengan longmarch dari jalan raden intan menuju bundaran tugu adipura, enggal, Bandar Lampung (1/5/2018).

Menggunakan baju berwarna merah, ratusan buruh ini menggelar aksi sambil membawa beberapa atribut banner yang berisikan tuntutan.

Dalam aksi peringatan hari buruh se dunia atau mayday ini, para buruh juga menampilkan beberapa teaterikal seperti membawa replika rumah dan juga menampilkan teatrikal rantai manusia.

Sebagai simbol matinya keberpihakan pemerintah terhadap buruh dan penindasan terhadap buruh. Pada peringatan mayday tahun ini, tuntutan ratusan massa aksi buruh sama seperti  sebelumnya yaitu menuntut upah layak dan persoalan ketenakerjaan.

Sepriyadi Koordinator Aksi menjelaskan, Para buruh menilai tuntutan yang mereka minta sampai saat ini belum bisa dituntaskan oleh pemerintah justru malah menambah persoalan seperti adanya Peraturan Pemerintah ( PP ) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang justru menambah sengsara bagi para buruh.

Berita Lainnya  Dituduh Culik, Kerabat Pemulung Menuntut

Selain menuntut upah layak massa aksi buruh  juga  menolak dengan adanya tenaga kerja asing di Indonesia.

“dengan adanya tenaga asing dapat menambah menyengsarakan masyarakat indonesia, masih banyak jumlah pengangguran yang harus diberikan pekerjaan,” ujar Supriyadi.

Tak hanya memperjuangkan nasib buruh massa juga mendesak pemerintah bisa bergerak cepat dalam menyelamatkan Daryati pekerja migran asal Pesawaran, Lampung dari ancaman hukuman mati oleh pengadilan Singapura. Aksi peringatan mayday ini sendiri berjalan dengan lancar dibawah pengawalan dari aparat kepolisian.(lih/san)

BACA JUGA

Latest News

Bendungan Batu Tegi

#bendungan #tanggamus #lampung #pariwisatalampung #pesonalampung #enjoylampung #airmaningan #lampung #traveling #travelvlog #liburanasik #pantau #laut #pesonaindonesia #holyday source

Tryout, KONI Gelontorkan Rp 5 Miliar

Radartvnews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung akan benar-benar mempersiapkan atletnya yang bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua oktober 2020 guna meraih medali emas.

April, 300 Jalan Kota Direnovasi

Radartvnews.com- Pemerintah Kota Bandar Lampung terus melakukan perbaikan infrastruktur salah satunya jalan mulai bulan april 2020. Dinas PU Bandar Lampung akan memperbaiki hampir 300 ruas...

Bukan Nasir, DPC Bakal Lawan DPP PDI Perjuangan

Radartvnews.com- Meski Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan belum mengumumkan rekomendasi calon bupati untuk Kabupaten Pesawaran. Namun, sebelas Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan pesawaran telah...

More Articles Like This